Analisis Kinerja Dinding Penahan Tanah Dan Fondasi Dalam Perkuatan Lereng Pada Kawasan Wisata Lombok
Gabriel Chintya Grace Hutahaean, Prof. Ir. Teuku Faisal Fathani, ST., MT., Ph.D., IPU., ASEAN.Eng.; Dr.Eng. Ir. Sito Ismanti, S.T., M.Eng., IPM.
2025 | Tesis | S2 Teknik Sipil
Pembangunan kawasan wisata di Kuta, Lombok Tengah sejak 2023, berlokasi di atas perbukitan dengan kondisi lereng yang curam. Gempa darat berkekuatan 6,4 Mw yang terjadi di Lombok pada Juli 2018 menyebabkan kerusakan dan likuifaksi di beberapa lokasi, sehingga kondisi ini menuntut evaluasi teknis untuk menjamin keamanan struktur pengaman tebing pada kawasan wisata tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis potensi instabilitas pada lereng, baik akibat penambahan beban struktur maupun potensi likuifaksi. Data tanah diperoleh dari penyelidikan dengan Standard Penetration Test (SPT) pada dua titik bor, serta hasil pengujian sampel tanah di laboratorium. Analisis diawali dengan kajian terhadap potensi likuifaksi, yaitu untuk menilai kemungkinan terjadinya likuifaksi dan kedalaman lapisan tanah yang terpengaruh. Analisis likuifaksi dilakukan berdasarkan data SPT dengan metode Simplified Procedure, kemudian diinterpretasikan melalui Liquefaction Potential Index (LPI) dan Liquefaction Severity Index (LSI). Selanjutnya dilakukan analisis terhadap perkuatan lereng secara manual dan numeris, yang direncanakan menggunakan dinding penahan tanah tipe kantilever dan tipe gravitasi. Analisis terakhir yang dilakukan adalah perhitungan kapasitas dukung fondasi tiang yang divariasikan dimensinya (diameter 30, 40, dan 60 cm), untuk kemudian dipilih dimensi tiang yang paling optimal. Berdasarkan analisis data SPT, diketahui bahwa tanah didominasi oleh tanah non-kohesif padat (NSPT > 50) dengan nilai keamanan potensi likuifaksi SFL > 1, sehingga disimpulkan tanah tidak berpotensi terlikuifaksi. Dari hasil perhitungan, dinding penahan tanah dinyatakan aman terhadap bahaya geser dan guling serta tanah dasar memiliki kapasitas dukung yang memadai. Hasil analisis numeris menunjukkan faktor aman (SF) > 1,5 sehingga desain struktur aman secara stabilitas dan deformasi, serta layak diterapkan. Analisis kapasitas dukung fondasi tiang dengan diameter 30, 40, dan 60 cm menunjukkan bahwa tiang terkecil (D30) telah memenuhi kapasitas dukung dengan penurunan di bawah ambang batas yang diizinkan.
The development of the tourism area in Kuta, Central Lombok has been going since 2023. The site is located on hilly terrain with steep slopes. A 6.4 Mw earthquake that struck Lombok in July 2018 caused damage and liquefaction in several areas, highlighting the need for technical evaluation to ensure the safety of slope protection structures within the tourism area. This study aims to identify and analyze the potential for slope instability, both due to additional structural loads and liquefaction potential. Soil data were obtained through Standard Penetration Test (SPT) investigations at two borehole locations, along with laboratory testing of soil samples. The analysis began with a liquefaction potential assessment to evaluate the likelihood and depth of affected soil layers. Liquefaction analysis was conducted using SPT data based on the Simplified Procedure and interpreted through the Liquefaction Potential Index (LPI) and Liquefaction Severity Index (LSI). Subsequently, both manual and numerical analyses were carried out for slope reinforcement, using planned cantilever-type and gravity-type retaining walls. The final analysis involved calculating the bearing capacity of bored pile foundations with varied diameters (30, 40, and 60 cm) to determine the most optimal dimension. Based on the SPT data analysis, the soil is predominantly dense non-cohesive soil (NSPT > 50), with a liquefaction safety factor (SFL > 1), indicating that the soil is not susceptible to liquefaction. Calculation results show that the retaining walls are safe against sliding and overturning, and the subsoil has adequate bearing capacity. Numerical analysis results show a safety factor (SF) > 1.5, confirming that the structural design is safe in terms of stability and deformation, and is suitable for implementation. The analysis of bored pile foundation capacities for diameters of 30, 40, and 60 cm indicates that the smallest pile (D30) already meets the bearing capacity requirements, with settlement within allowable limits.
Kata Kunci : SPT, Tiang Bor, Stabilitas Lereng, Dinding Penahan Tanah, Likuifaksi.