Laporkan Masalah

Kekuatan dan daktilitas pelat mortar ringan dengan tulangan kawat kasa diameter 0,45 mm

BHAYUSUKMA, Muhammad Yani, Ir. Kardiyono Tjokrodimuljo, ME

2004 | Tesis | S2 Teknik Sipil

Indonesia adalah salah satu negara yang mempunyai kandungan sumber daya alam yang melimpah. Sumber daya alam yang melimpah ini membuka kesempatan yang luas kepada masyarakat dalam usaha pemanfaatannya. Salah satu sumber daya alam yang melimpah dan telah ada usaha pemanfaatannya adalah breksi batu ringan di Desa Bawuran, Kecamatan Pleret, Kabupaten Bantul, Yogyakarta. Breksi batu ringan ini dapat digunakan sebagai pengganti pasir pada pembuatan panel pelat atap. Kawat kasa yang banyak tersedia di lapangan dipakai sebagai alternatif tulangan pelat. Akan tetapi sebelum digunakan lebih lanjut, perlu diteliti terlebih dahulu sifat-sifat teknis dari mortar breksi batu ringan dan juga kawat kasa sebagai tulangannya. Pada penelitian ini, benda uji berupa panel pelat dengan ukuran panjang 1000 mm, lebar 500 mm, dan tebal 50 mm dibuat sebanyak 2 buah. Panel pelat tersebut dibuat dari mortar breksi batu ringan dengan perbandingan semen portland pozolan dan breksi batu ringan 1:5 dan fas 1,1. Tulangan yang digunakan adalah kawat kasa diameter 0,2 mm dengan jarak antar kawat 6,4 mm dan diletakkan sejarak 10 mm dari permukaan bawah pelat. Sebelum dipakai dalam pembuatan panel pelat, mortar dari breksi batu ringan terlebih dahulu diuji kuat tekan, kuat tarik, berat jenis, dan kekedapannya , sedangkan kawat kasa diuji kuat tariknya. Kemudian panel pelat diu ji kuat lenturnya dengan pembebanan terpusat di tengah bentang di atas tumpuan sederhana sehingga didapatkan kekuatan, lendutan, daktilitas, dan kekakuannya. Hasil eksperimen tersebut selanjutnya dibandingkan dengan hitungan teoritis (cara pias). Dari pen gujian mortar dari breksi batu ringan dipeoleh kuat tekan , fc’ = 6,88 MPa, kuat tarik = 1,03 MPa, berat jenis = 1,69, modulus elastisitas, E = 5192 MPa, dan serapan air = 20,8%. Untuk kawat kasa, dari hasil pengujian didapatkan tegangan tarik maksimum rata-rata kawat kasa sebesar 529 MPa dan kuat leleh offset kawat kasa sebesar 376 MPa. Kuat leleh kawat kasa ini harus dicari dengan metode offset karena titik leleh kawat kasa tidak diketahui secara pasti. Selanjutnya untuk pelat dari mortar ringan dengan tulangan dari kawat kasa, berdasarkan hitungan teoritis (cara pias) dipeoleh momen maksimum yang mampu ditahan oleh pelat sebesar 277478 Nmm dan dengan cara SNI sebesar 183707 Nmm, sedangkan dari hasil eksperimen diperoleh momen maksimum yang mampu ditahan oleh pelat sebesar 400249 Nmm. Lendutan panel pelat saat momen maksimum berdasarkan hasil hitungan teoritis (cara pias) adalah 28,56 mm, sedangkan dari hasil eksperimen diperoleh lendutan sesaat sebelum panel pelat mengalami keruntuhan adalah 2,48 mm. Untuk daktilitas dan kekakuan pelat, dari hasil perhitungan teoritis (cara pias) diperoleh nilai daktilitas sebesar 1,97 dan kekakuan pelat 6,67x108 Nmm2/rad/mm sedangkan dari hasil eksperimen diperoleh nilai daktilitas sebesar 3,53 dan kekakuan pelat sebesar 4,19x1011 Nmm2/rad/mm. Dalam pemakaiannya, panel pelat atap dari mortar ringan ini masih harus dimodifikasi bentuknya supaya lebih ringan dan efisien dalam pemasangannya serta harus dilapisi dengan lapisan kedap air mengingat tingkat serapan airnya yang sa ngat besar.

Indonesia is one of the richest natural deposit country in the world. The large amount of natural deposit is opened the people to use as a building material. One of the natural deposit that already used as a material building is pumice from Bawuran Village, Pleret, Bantul. The pumice is used as a subsitute agregat of the sand to produce a lightweight mortar plate as a roof material with galvanized welded wiremesh diamter 0.45 for the reinforcement. In this research, the sample consist of two 1000 mm x 500 mm x 50 mm lightweight mortar plates with the volume ratio between portland cement and the pumice was 1:5. Prior to the research of the mortar plates conducted, the mortar had been tested by cylindrical compression and permeability testing, while the galvanized welded wiremesh had been tested by a single reinforce tensile testing. The experimental result then compared with the prediction analysis using section method. The result of the mortar test showed that the specific gravity, compression strength, tensile strength, modulus elasticity, and water content of the lightweight mortar cylinder were 1.69; 6.88 MPa; 1.03 MPa, 5192 MPa, and 20,88% respectively. The the galvanized welded wiremesh tensile test showed that ultimit tensile strength was 529 MPa, when the yield strength of the galvanized welded wiremesh reached at 376 MPa. The yield strength of the galvanized welded wiremesh must be calculated by an offset method because the yield point of the wiremesh did not known clearly. For the lightweight mortar plates, the prediction analysis showed that the maximum bending moment that can be reached by mortar plate was 277478 Nmm, while the experimental result was 400249 Nmm. The deflection, stiffness, and ductility of the lightweight mortar plate using section method were 28.56 mm; 6.67x108 Nmm2/rad/mm; and 1.97; while from the experimental found 2.48 mm; 4.19x1011 Nmm2/rad/mm; and 3.53. For using as a roof material, the lightweight mortar plate should be added by an impermeabel material to reduce the mortar permeability.

Kata Kunci : Pelat Mortar Breksi Batu Ringan,Kawat Kasa 0,45 mm, pumice, galvanized welded wiremesh, lightweight mortar plate


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.