Peran serta petani dalam upaya pelestarian huta rakyat di kecamatan Pringkuku kabupaten Pacitan
Afni Selviani, Dr. Su Ritohardoyo, M.A.; Dr. M. Baiquni, M.A.
2007 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHUpaya pelestarian hutan rakyat penting dilakukan mengingat perannya bagi kesejahteraan ekonomi masyarakat dan kelestarian lingkungan. Pada kenyataannya upaya tersebut sangat memerlukan peranserta petani pemilik lahan sebagai subyek utama dalam pengelolaan hutan rakyat. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara keruangan: 1) variasi pengetahuan; 2) variasi persepsi; dan 3) variasi peranserta petani; antar desa dengan status upaya pelestarian yang berbeda, yaitu lokasi program dan bukan program (swadaya) di Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan. Rumah tangga petani sebagai unit analisis. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Teknik skoring, untuk membuat indeks komposit sebagai dasar penentuan tingkat pengetahuan, persepsi dan peranserta petani; uji-t, untuk mengetahui perbedaan rata-rata skor pengetahuan, persepsi dan peranserta antar dua kelompok petani; korelasi Pearson, untuk mengetahui hubungan antara variabel pengetahuan, persepsi dan peranserta petani; serta analisis tabel silang dan tabel frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan, persepsi dan peranserta petani di desa lokasi program mengenai upaya pelestarian hutan rakyat lebih baik daripada petani swadaya di desa bukan lokasi program, baik dalam hal pengetahuan dan persepsi mengenai kondisi lahan sasaran, bentuk-bentuk dan manfaat upaya pelestarian, maupun keterlibatan dalam kegiatan program dan praktek-praktek pengelolaan hutan rakyat lestari. Secara umum, pengetahuan memiliki hubungan yang nyata dan positif terhadap pembentukan persepsi dan peranserta petani, demikian pula persepsi terhadap peranserta petani. Namun hasil uji korelasi jenjang di setiap desa menunjukkan bahwa pola hubungan nyata dan positif tersebut secara khusus hanya berlaku pada petani di desa swadaya, tidak di desa program. Alasannya tidak terlepas dari motivasi memperoleh keuntungan dari insentif program (bantuan bibit, pupuk dana). Faktor lain seperti kondisi sosial ekonomi petani yang memiliki hubungan nyata terhadap persepsi dan peranserta petani adalah usia, lama bertani dan pendidikan petani, meskipun ternyata pengaruhnya tidak besar. Arah hubungan yang positif hanya terjadi pada variabel pendidikan.
-
Kata Kunci : hutan rakyat, upaya pelestarian, pengetahuan, persepsi dan peranserta ,Pacitan,Jawa Timur