Laporkan Masalah

Prediksi Erosi dengan Metode Erosion Bridge pada Lahan Agroforestri Kopi Robusta (Coffea canephora) di Desa Binangun, Kecamatan Karangkobar, Banjarnegara

Syifa Ray Luminta, Dr. Agr. Sc. Ir. Hatma Suryatmojo, S.Hut., M.Si., IPU., ASEAN Eng.

2025 | Skripsi | KEHUTANAN

Erosi merupakan masalah serius di ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS). Salah satu upaya pencegahannya adalah teknik konservasi vegetatif melalui sistem agroforestri. Desa Binangun di Sub DAS Merawu menerapkan agroforestri kopi robusta dengan dua pola tanam, yaitu trees along border dan random mixture. Pola tanam diduga mempengaruhi kemampuan lahan dalam meminimalisir besaran erosi. Penelitian ini bertujuan mengukur besaran erosi pada kedua pola tanam tersebut serta menganalisis perbedaannya.

Penelitian ini mengumpulkan data erosi, hujan, vegetasi, dan tanah. Erosi diperoleh dengan melakukan pengukuran kehilangan tanah dengan  metode Erosion Bridge, kemudian dilakukan analisis beda antara kedua pola tanam. Data hujan diperoleh dari Automatic Rainfall Recorder dan diunduh dengan Hobometer. Data vegetasi mencakup diagram profil, dengan Nested Plot yang diproyeksikan dengan SEXI-FS, serta tutupan tajuk dan tumbuhan  bawah dengan Protocol Sampling yang dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Data tanah meliputi bulk density, tekstur, dan struktur tanah.

Hasil penelitian menunjukan bahwa besaran erosi selama dua bulan penelitian pada agroforestri kopi dengan pola tanam trees along border yaitu 42,58 ton/ha, sedangkan pada pola tanam random mixture yaitu 38,97 ton/ha. Kombinasi tutupan tajuk kopi dan tanaman kehutanan, serta seresah menjadikan tanah terlindungi dari energi kinetik hujan secara langsung. Akar tunggang dan serabut kopi juga berperan melindungi dan memegang tanah dari daya erosi. Sedangkan perbedaan besaran erosi antara kedua pola tanam disebabkan oleh faktor sebaran tutupan strata tajuk lebih dari satu (tanaman kehutanan). Strata tegakan yang tidak lengkap pada lahan trees along border membuat air hujan langsung menghantam tanah, memicu limpasan aliran permukaan dan erosi.

Erosion is a serious problem in watershed ecosystems. One effective approach to mitigate erosion is the application of vegetative conservation techniques through agroforestry. Binangun Village in the Merawu Sub-watershed applies robusta coffee agroforestry with two planting patterns: trees along border and random mixture. Planting patterns are suspected to influence the land’s ability to minimize erosion rates. This study aims to measure erosion rates in both planting patterns and analyze the differences.

This research collected erosion, rainfall, vegetation, and soil data. Erosion was measured using the Erosion Bridge method, then analyzed to determine the difference between the two planting patterns. Rainfall data was obtained from Automatic Rainfall Recorder and downloaded by Hobometer. Vegetation data included profile diagrams, Nested Plot projected with SEXI-FS, and canopy cover and understory obtained through Protocol Sampling then analyzed quantitatively descriptively. Soil data includes bulk density, texture, and soil structure.

The results of the study showed that the amount of erosion during  the two months of research on coffee agroforestry with a trees along border planting pattern was 42,581 tons/ha, while in the random mixture planting pattern it was 38,971 tons/ha. The combination of coffee and forestry plant canopy cover, along with litter, protected soil from the direct kinetic energy of rainfall. The taproot and fibrous roots of coffee also helped protect and hold the soil against erosive forces. The erosion difference between two patterns was due to multi-layer canopy distribution, incomplete strata in the trees along border pattern let rain directly hit the soil, causing runoff and erosion. 

Kata Kunci : Erosi, Erosion Bridge, Agroforestri, Pola Tanam ; Erosion, Erosion Bridge, Agroforestry, Planting Pattern

  1. S1-2025-481993-abstract.pdf  
  2. S1-2025-481993-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-481993-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-481993-title.pdf