Profil Sero-Marker IgG dan IgM Anti-Dengue pada Pasien Dewasa Yang Secara Klinik Terinfeksi Virus Dengue
Veronica Dwi Winahyu, Dr.Med. Dr. Suwarso, DSPK ; dr. Soebagyo Loehoeri, DSPD
1999 | Skripsi | S1 KEDOKTERANInfeksi dengue disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan pada manusia lewat gigitan nyamuk terutama Ae. Aegypti dan Ae. Albopictus. Penyakit dengue merupakan salah satu penyebab mortalitas dan morbiditas diberbagai daerah di dunia. Salah satu penanda awal infeksi dengue adalah terbentuknya IgG dan IgM anti-dengue pada serum penderita. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang dilakukan di unit rekam medik RSUP Dr. Sardjito, RS Panti Rapih, dan RS Bethesda selama kurun waktu tahun 1995 sampai tahun 1998. Subyek yang diambil adalah pasien dewasa (?15 tahun) yang secara klinis terinfeksi virus dengue, dan secara lengkap diperiksa IgG dan IgM anti-dengue. Dari penelitian ini didapatkan data sebanyak 162 subyek (laki-laki=87, perempuan=75) dengan manifestasi klinis masing-masing 48 DF, 99 DHF, dan 15 DSS. Sedangkan profil seromarker dari 162 subyek adalah 72 subyek (IgG+IgM-), 7 subyek (IgG- IgM+), dan 77 subyek (IgG+ IgM+). Menurut lama febris sebelum masuk rumah sakit, mayoritas 105/160 (65,6%) subyek datang ke rumah sakit pada febris hari ke 3-5. Menurut jenis kelamin, antara laki-laki dan perempuan mempunyai kemungkinan yang sama terinfeksi dengue. Menurut kelompok umur, mayoritas 132/162 (81,5%) subyek yang terinfeksi dengue terdapat pada kelompok umur 15-30 tahun. Menurut tekanan darah, mayoritas 145/161 (90,1%) sebyek yang terinfeksi dengue memiliki tekanan darah normal. Menurut hasil pemeriksaan hematokrit, mayoritas 103/161 (64%) subyek memiliki nilai hematokrit normal. Menurut manifestasi perdarahan, ditemukan 43/73 (58,9%) dengan Rumple Leede (RL) positif, 17/73 (23,3%) dengan petekiae, dan 13/73 (17,8%) dengan (epistaksis/ hematemesis). Perdarahan derajat sedang dan berat terjadi pada (IgG+ IgM-) dan (IgG+ IgM+) , dan menurut manifestasi klinisnya lebih banyak terjadi pada DHF dan DSS. Hasil pemeriksaan clotting time (CT), mayoritas 25/32 (78,1%) CT memanjang, ditemukan pada (IgG+ IgM-) sebanyak 8/25 (32%) dan pada (IgG+ IgM+) sebanyak 14/25 (56%). Hasil pemeriksaan bleeding time (BT) mayoritas 23/32 (71,9%) subyek ditemukan dengan BT yang normal. Profil seromarker anti-dengue pada BT normal dan BT memanjang tidak menunjukkan perbedaan yang mencolok. Pemeriksaan angka trombosit mayoritas 106/162 (65,6%) subyek mempunyai angka trombosit normal, sedangkan 55/162 (33,9%) dengan trombositopenia. Profil seromarker anti-dengue pada subyek dengan angka trombosit normal dan trombositopenia tidak menunjukkan perbedaan yang mencolok. Sedangkan menurut manifestasi klinisnya, trombositopenia lebih banyak ditemukan pada subyek dengan (IgG+ IgM+). Dari 162 subyek terdapat 78/162 (48,2%) dengan (IgG+ IgM-), 77/162 (47,5%) dengan (IgG+ IgM+), dan 7/162 (4,3%) dengan (IgG- IgM+).
Kata Kunci : IgG, IgM, virus dengue