Laporkan Masalah

Tinjauan Pola Gambaran Klinik Dan Komplikasi Demam Tifoid Di Unit Penyakit Dalam RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta

Agung Ari Wijaya, dr. Siti Nurdjanah, DSPD ; dr. Soeyoko, DTM&H.SU

1996 | Skripsi | S1 KEDOKTERAN

Demam tifoid masih merupakan masalah kesehatan di Indonesia. Insidensi penyakit ini masih tinggi (350-810 kasus per 100.000 penduduk per tahun) dan penyakit ini sangat merugikan dari segi ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gejala klinik dan komplikasi demam tifoid. Penelitian ini dirasa perlu sebab diagnosis demam tiofoid tidak selalu mudah dibuat sebab gambaran klinik dan hasil pemeriksaan laboratorium tidak selalui sesuai dengan buku-buku dan hasil-hasil penelitian. Diharapkan dengan diagnosis dan terapi yang tepat maka prognose penderita menjadi lebih baik. Subyek penelitian ini adalah penderita dengan diagnosa pasti demam tifoid yang dirawat di Bagian Penyakit Dalam RSUP Dr. Sardjito dalam kurun waktu Januari hingga Desember 1994. Penelitian ini dilakukan secara retrospektif, dengan melihat kembali status penderita demam tifoid, kemudian disajikan dalam tabel-tabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa demam tifoid dijumpai sepanjang tahun, dan lebih banyak diderita pada usia kurang dari 30 tahun dengan sebagian besar penderita berusia antara 21-30 tahun. Golongan karyawan/pegawai negeri mempunyai resiko yang tinggi untuk menderita penyakit tersebut. Penderita menunjukkan gejala Lakopenia juga dengan jumlah Lekosit yang normal. Gejala hepatomegali dijumpai lebih banyak dari splonomegali. Komplikasi yang paling sering ditemukan adalah hepatitis tifosa, dan angka kematian akibat demam tifoid dalam penelitian ini (2,22%) masih lebih tinggi dari angka kematian demam tifoid di Indonesia secara keseluruhan tahun 1986, yaitu sebesar 2,0%.

Kata Kunci : Demam tifoid, komplikasi

  1. S1-FKU-1996-AgungAriWijaya-Abstract.pdf  
  2. S1-FKU-1996-AgungAriWijaya-Bibliography.pdf  
  3. S1-FKU-1996-AgungAriWijaya-Tableofcontent.pdf  
  4. S1-FKU-1996-AgungAriWijaya-Title.pdf