Laporkan Masalah

SUPLEMENTASI SODIUM SELENITE DALAM MENINGKATKAN KUALITAS SPERMATOZOA POST-THAWED PADA SAPI LOKAL ACEH DAN BALI

Fransisca Gani Padmawati, Prof. Ir. Diah Tri Widayati, M.P., Ph.D., IPU., ASEAN Eng.; Prof. Ir. Dyah Maharani, S.Pt., M.P., Ph.D., IPM., ASEAN Eng.

2025 | Tesis | S2 Ilmu Peternakan

Proses kriopreservasi dan thawing semen beku berpotensi menyebabkan stres oksidatif (OS), yang berdampak pada kualitas spermatozoa melalui pembentukan radikal bebas. Sodium selenite/selenium (Se), sebagai enzim antioksidan seperti glutathione peroxidases, berperan dalam melindungi spermatozoa dari kerusakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peran suplementasi Se pada spermatozoa post-thawing kualitas spermatozoa. Penelitian ini menggunakan 45 straw semen dari satu ekor pejantan pada bangsa sapi Aceh dan Bali. Perlakuan pada penelitian ini terbagi dalam lima kelompok, yaitu kontrol (T0, tanpa suplementasi), dan empat perlakuan dengan penambahan Se pada konsentrasi 1 ppm (T1), 5 ppm (T2), 25 ppm (T3), dan 50 ppm (T4). Straw semen beku dilakukan proses thawing pada suhu 37 °C selama 30 detik dalam water bath, kemudian dicampurkan Se sesuai dengan kelompok perlakuan. Parameter yang diamati meliputi motilitas, viabilitas, abnormalitas, integritas membran plasma (PMI), dan integritas membran akrosom (AMI). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analysis of variance (ANOVA) dengan rancangan acak lengkap (RAL) pola searah (oneway) dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) dan dilakukan uji Pearson’s correlation coefficient. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan nyata reactive oxygen species (ROS). Selain itu, analisis Pearson’s correlation menunjukkan hubungan yang lebih kuat dan signifikan post-thawing pada sapi Aceh dan sapi Bali dengan dosis optimal sebesar 5 ppm. Temuan ini menunjukkan secara jelas potensi Se sebagai aditif utama dalam pengencer semen untuk meningkatkan hasil fertilitas dalam program breeding sapi.

The process of cryopreservation and thawing induces oxidative stress (OS), which impacts spermatozoa quality through the generation of free radicals. Sodium selenite/selenium (Se), an antioxidant enzyme such as glutathione peroxidases, helps protect spermatozoa against damage. This preliminary study evaluates Se supplementation in thawed spermatozoa to directly assess its protective effect, minimizing external confounding factors. Preliminary data were obtained by allocating forty-five semen straws from a single bull into five groups: control (T0, no supplementation), and four treatments with sodium selenite at concentrations of 1 ppm (T1), 5 ppm (T2), 25 ppm (T3), and 50 ppm (T4). Frozen semen straws were thawed at 37 °C for 30 seconds in a water bath, followed by supplementation with Se according to the treatment groups. The evaluated parameters included motility, viability, abnormalities, plasma membrane integrity (PMI), and acrosome membrane integrity (AMI). The study employed a completely randomized design (CRD), with data analyzed using one-way ANOVA followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) for post hoc comparisons, and Pearson’s correlation coefficient to evaluate parameter relationships. Significant improvements (P <0>

Kata Kunci : Antioksidan, Semen Post-thawing, Sapi Lokal, Sodium Selenite, Kualitas Spermatozoa

  1. S2-2025-526131-abstract.pdf  
  2. S2-2025-526131-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-526131-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-526131-title.pdf