Efek Penurunan Nilai Rasa Gatal dari Pemberian Kapsul Minyak Ikan Omega 3 pada Pasien Hemodialisis Rutin di RSUP Dr. Sardjito
Budi Satria, dr. Iri Kuswadi, SpPD K-GH.; dr. Yulia Wardhani, SpPD-KGH
2025 | Tesis-Subspesialis | SUBSPESIALIS ILMU PENYAKIT DALAM
Latar Belakang: Hemodialisis (HD) adalah salah satu terapi pengganti ginjal yang masih banyak digunakan hingga saat ini. Lebih dari 40% pasien yang menjalani hemodialisis menderita penyakit gatal kronik, setengah dari mereka mengeluhkan pruritus di seluruh badan yang sangat mengganggu dan menurunkan kualitas hidup pasien. Pemberian asam lemak omega-3 diketahui memberikan manfaat dalam mengurangi keparahan pruritus pada pasien yang menjalani dialisis, namun belum ada panduan resmi mengenai dosis dan lama pemberiannya.
Tujuan penelitian: Mengetahui pengaruh pemberian kapsul minyak ikan omega-3 dengan dosis 1 gram peroral dua kali sehari yang mengandung EPA 180 miligram dan DHA 120 miligram selama 30 hari, dalam menurunkan nilai rasa gatal pada pasien pruritus uremik yang menjalani hemodialisis.
Metode penelitian: Penelitian randomised control trial, pretest-post test dengan kelompok kontrol pada pasien Penyakit Ginjal Tahap Akhir (PGTA) berusia > 18 tahun yang menjalani HD rutin. Subyek dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan yang mendapat kapsul minyak ikan omega 3 dan terapi standar Cetirizine 10 mg, sedangkan kelompok kontrol hanya mendapatkan terapi standar. Kedua kelompok di follow up selama 30 hari. Dilakukan analisis nilai rasa gatal yang diukur secara kuantitatif menggunakan kuisioner 5DIS.
Hasil: Sebanyak 3 orang mengalami drop out dari total 53 subyek sehingga hanya 50 subyek yang dilanjutkan dalam analisis (25 subyek perlakuan dan 25 subyek kontrol). Didapatkan penurunan nilai rasa gatal yang tidak berbeda bermakna antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol ( -3(-11 – 0 vs -3(-7 – 7), p=0,524) setelah perlakuan selama 30 hari.
Simpulan: Pemberian kapsul minyak ikan omega-3 tidak menunjukkan penurunan nilai rasa gatal yang berbeda signifikan jika dibandingkan dengan kelompok control yang mendapatkan terapi standar Cetirizine 1x 10 mg.
Background: Hemodialysis (HD) is a renal replacement therapy that is still widely used today. More than 40% of patients undergoing hemodialysis suffer from chronic itching, half of whom complain of generalized pruritus, which is very disruptive and reduces their quality of life. Omega-3 fatty acid supplementation is known to be beneficial in reducing the severity of pruritus in dialysis patients, but there are no official guidelines regarding dosage and duration of administration.
Objective: To determine the effect of 1 gram of omega-3 fish oil capsules twice daily orally containing 180 milligrams of EPA and 120 milligrams of DHA for 30 days on reducing itching scores in patients with uremic pruritus undergoing hemodialysis.
Methods: This was a randomized controlled trial with a pretest-posttest design, with a control group in patients with End-Stage Renal Disease (ESRD) aged 18 years and older undergoing routine HD. Subjects were divided into two groups: the treatment group received omega-3 fish oil capsules and standard cetirizine 10 mg therapy, while the control group received only standard therapy. Both groups were followed up for 30 days. Itch scores were analyzed quantitatively using the 5DIS questionnaire.
Results: Three of 53 subjects dropped out, resulting in only 50 subjects remaining in the analysis (25 treatment subjects and 25 control subjects). There was no significant difference in itch scores decrease between the treatment and control groups ( -3 (-11 – 0 vs. -3 (-7 – 7), p = 0.524) after 30 days of intervention.
Conclusion: Supplementation with omega-3 fish oil capsules did not significantly reduce itch scores compared to the control group receiving standard cetirizine 10 mg once daily.
Kata Kunci : Hemodialisis, pruritus uremik, kapsul minyak ikan omega 3, nilai rasa gatal, 5DIS.