Partisipasi Masyarakat dalam Pengembangan Desa Wisata di Kawasan Candi Borobudur
Annisa Dwiki Asprilla Dirta, Ir. Endang Sulastri, S.Pt., M.A., Ph.D.,IPM.; Dr. Dyah Woro Untari, S.P., M.P.
2025 | Tesis | S2 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan
Partisipasi masyarakat merupakan satu bagian yang penting dalam proses pengembangan desa wisata, salah satunya di Kawasan Candi Borobudur. Adapun masyarakat menjadi salah pelaku yang terlibat langsung dengan tujuan agar masyarakat mendapatkan dampak dan manfaat atas pengembangan tersebut. Keterlibatan masyarakat dari proses perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil dan evaluasi dalam pengembangan desa wisata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi masyarakat dan menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh langsung dan tidak langsung terhadap partisipasi masyarakat dalam pengembangan desa wisata di Kawasan Candi Borobudur. Faktor yang diteliti adalah modal sosial, persepsi masyarakat, motivasi masyarakat, peran Pemerintah Desa dan peran BUM Desa. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dianalisis dengan analisi jalur (path analysis). Penelitian dilakukan di desa wisata di Kawasan Candi Borobudur, terutama desa wisata yang terletak kurang dari 5 km dari pusat candi. Adapun desa wisata diperoleh secara cluster random sampling berdasarkan kualitifikasi desa wisata, masing-masing klasifikasi terpilih 2 desa wisata, dengan klasifikasi rintisan, berkembang dan maju. Responden penelitian merupakan masyarakat yang terlibat dalam pengembangan desa wisata dan tergabung dalam kelembagaan di desa secara simple random sampling dengan total responden 141 masyarakat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modal sosial dan motivasi masyarakat berpengaruh langsung terhadap partisipasi masyarakat. Sedangkan peran BUM Desa berpengaruh signifikan negatif serta persepsi dan modal sosial berpengaruh signifikan tidak langsung melalui motivasi terhadap partisipasi masyarakat. Modal sosial menjadi variabel yang memiliki besar pengaruh yang kuat terhadap partisipasi, hal ini disebabkan karena sistem pengelolaan desa wisata berbasis kelompok.
Community participation is essential in developing tourism villages, including the Borobudur Temple area. Local communities are key actors whose involvement ensures they receive direct benefits and positive impacts from such development—community involvement in the planning, implementation, utilization of results, and evaluation processes. This study aims to analyze community participation and the direct and indirect factors influencing it in developing tourism villages in the Borobudur Temple area. The factors examined include social capital, community perception, community motivation, the village government's role, and the role of village-owned enterprises (BUM Desa). The research employs a descriptive method with a quantitative approach, analyzed using path analysis. The study was conducted in tourist villages within 5 kilometers of Borobudur Temple. The villages were selected using cluster random sampling based on their classification (pioneer, developing, and advanced), with two tourist villages chosen from each category. This study's respondents consist of community members actively involved in tourist village development and engaged in village institutions. A total of 141 respondents were selected using simple random sampling. The results show that social capital and community motivation have a direct positive influence on community participation. Meanwhile, the role of BUM Desa has a significant negative impact. Community perception and social capital indirectly influence participation through community motivation. Social capital is a variable that strongly influences participation because the tourism villages management system is group-based.
Kata Kunci : Partisipasi Masyarakat, Pengembangan Desa Wisata, Kawasan Candi Borobudur