Laporkan Masalah

Ambiguitas sebagai Konstruksi Strategis: Studi Diplomasi Cina dalam Rezim Autonomous Weapon System

Nadaa Nabila, Dr. Lukmanu l'Hakim, S.I.P., M.A

2025 | Tesis | S2 Ilmu Hubungan Internasional

Penelitian ini menganalisis ambiguitas strategis Cina dalam diplomasi rezim Sistem Senjata Otonom (AWS). Tesis ini berargumen bahwa ambiguitas Cina merupakan hasil dari kontradiksi dalam mengelola kepentingan nasionalnya, seperti modernisasi militer dan ambisi menjadi pemimpin global dalam kecerdasan buatan (AI) , sambil tetap mempertahankan identitas kebijakan luar negerinya sebagai kekuatan yang damai dan pemimpin di negara-negara Selatan Global (Global South).

Menggunakan pendekatan konstruktivisme, penelitian ini menunjukkan bahwa ambiguitas tersebut merupakan strategi yang disengaja untuk mengelola persepsi internasional dan mempertahankan fleksibilitas kebijakan. Cina berpartisipasi dalam forum internasional seperti Konvensi Senjata Konvensional PBB (UN-CCW) dan Kampanye Stop Robot Pembunuh (Campaign to Stop Killer Robots), yang menunjukkan komitmennya pada norma-norma global. Namun, pada saat yang sama, Cina terus berinvestasi besar dalam penelitian dan pengembangan AWS. Sikap ini memungkinkan Cina untuk menghindari komitmen yang mengikat, melindungi kepentingannya, dan beradaptasi dengan dinamika internasional. Tesis ini menyimpulkan bahwa strategi ambiguitas Cina berfungsi sebagai diplomasi identitas yang memperkuat posisinya sebagai negara yang sedang bangkit dan dapat memengaruhi keseimbangan kekuatan global.


 

Kata kunci : Ambiguitas strategis, Cina, AWS

This study analyzes China's strategic ambiguity within the diplomacy of the Autonomous Weapon System (AWS) regime. This thesis argues that China's ambiguity is a result of the contradiction in managing its national interests, such as military modernization and the ambition to become a global leader in artificial intelligence (AI) , while simultaneously maintaining its foreign policy identity as a peaceful power and a leader of the Global South.

Using a constructivist approach, this research shows that this ambiguity is a deliberate strategy to manage international perceptions and maintain policy flexibility. China participates in international forums such as the UN Convention on Conventional Weapons (UN-CCW) and the Campaign to Stop Killer Robots, which demonstrates its commitment to global norms. However, at the same time, China continues to heavily invest in the research and development of AWS. This stance allows China to avoid clear commitments, protect its interests, and adapt to changing international dynamics. The thesis concludes that China's strategy of ambiguity serves as an identity diplomacy that strengthens its position as a rising power and can influence the global balance of power


Keywords: Strategic ambiguity, China, Autonomous weapon system

Kata Kunci : Ambiguitas, strategis, Cina, Autonomous weapon system

  1. S2-2025-501902-abstract.pdf  
  2. S2-2025-501902-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-501902-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-501902-title.pdf