Analisis School Grants Policy Dalam Pengelolaan Dana BOS Pada Sekolah MTs di Kabupaten Gowa
Erwin, Prof. Dr. Agus Heruanto Hadna, S.IP., M.Si.
2025 | Tesis | S2 Administrasi Publik
Dana BOS telah menjadi instrumen penting dalam
memastikan akses pendidikan yang merata serta meringankan beban biaya
operasional sekolah. Program ini dirancang untuk meringankan beban finansial
terkait biaya pendidikan, sekaligus memastikan sekolah-sekolah memiliki cukup
dana untuk fasilitas dan sumber daya pendidikan yang berkualitas. Meski
anggarann besar telah dialokasikan, implementasi kebijakan khusunya pada
Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Gowa menghadapi tantangan seperti
perubahan regulasi, kurangnya sosialisasi, dan keterbatasan sumber daya manusia
dalam pengelolaan keuangan.
Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui lebih dalam mengenai implementasi kebijakan pengelolaan dana Bantuan
Operasional Sekolah (BOS) pada MTs di Kabupaten Gowa dengan
mengadopsi konsep School Grants Policy dan
mengidentifikasi faktor-faktor yang menentukan keberhasilan implementasinya.
Adapun metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif
melalui wawancara dengan melibatkan responden dari pengelolah dana Bantuan
Operasional Sekolah (BOS) pada Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Gowa.
Fokus analisis diarahkan pada dua tujuan dari school grant policy, yaitu:
(1) Proses alokasi dana, dan (2) Penggunaan Dana.
Alokasi dana Bantuan Operasional Sekolah
(BOS) pada MTs di Kabupaten Gowa telah mengikuti pedoman teknis Keputusan
Dirjen Pendidikan Islam Nomor 2067 Tahun 2025. Dalam implementasinya, proses
alokasinya ditemukan beberapa kendala seperti sekolah yang memiliki jumlah
siswa sedikit merasa alokasi dana tidak memadai untuk kebutuhan operasional
yang tidak seimbang, permasalahan akurasi data EMIS serta kendala teknis
sistem yang menghambat pencairan dana. Proses alokasi dana melalui transfer
bank dan pelaporan digital melalui e-rkam mengalami keterlambatan pencairan.
Dalam hal penggunaan dana difokuskan pada guru dengan melibatkan berbagai aktor
internal dan eksternal dalam pengawasannya. Isi kebijakan yang jelas, Tingkat informasi
yang memadai bagi para aktor, dan pembagian potensi yang terstruktur sangat
mempengaruhi keberhasilan implementasi pengelolaan dana Bantuan Operasional
Sekolah (BOS) pada MTs di Kabupaten Gowa.
Kebijakan alokasi dan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pada MTs di Kabupaten Gowa telah selaras dengan pedoman teknis dan didukung oleh sistem pengawasan yang komprehensif. Pemerintah perlu menyempurnakan juknis yang ada saat ini untuk mengatasi keterlambatan finansial dan hambatan operasional agar tujuan peningkatan mutu Pendidikan dapat tercapai.
The School Operational Assistance
(BOS) fund has been a crucial instrument in ensuring equitable access to
education and alleviating the financial burden of school operational costs.
This program is designed to ease financial strains related to educational
expenses while ensuring schools have sufficient funds for quality facilities
and educational resources. Despite significant budget allocations, the
implementation of this policy, particularly in Madrasah Tsanawiyah (MTs) in
Gowa Regency, faces challenges such as regulatory changes, insufficient
dissemination of information, and limited human resources in financial
management.
This study aims to delve deeper into
the implementation of the School Operational Assistance (BOS) fund management
policy in MTs in Gowa Regency by adopting the School Grants Policy concept and
identifying factors determining its successful implementation. This research
employs a qualitative approach through interviews with respondents involved in
BOS fund management at Madrasah Tsanawiyah (MTs) in Gowa Regency. The analysis
focuses on two objectives of the school grant policy: (1) Fund allocation processes
and (2) Fund utilization.
The allocation of BOS funds in MTs
in Gowa Regency has followed the technical guidelines of the Director-General
of Islamic Education Decree No. 2067 of 2025. During implementation, several
obstacles were identified in the allocation process, such as schools with fewer
students feeling the allocated funds were insufficient for disproportionate
operational needs, issues with EMIS data accuracy, and technical system
constraints hindering fund disbursement. The fund allocation process, involving
bank transfers and digital reporting via e-rkam, experienced disbursement
delays. In terms of fund utilization, the focus was on teachers, with various
internal and external actors involved in its oversight. Clear policy content,
adequate information levels for actors, and structured distribution of
potential significantly influenced the successful implementation of BOS fund
management in MTs in Gowa Regency.
The allocation and utilization
policies of the School Operational Assistance (BOS) fund in MTs in Gowa Regency
align with technical guidelines and are supported by a comprehensive oversight
system. The government needs to refine the current technical guidelines to
address financial delays and operational obstacles, thereby achieving the
objective of improving education quality.
Kata Kunci : Implementasi, Pengelolaan Dana, School Grants Policy, Bantuan Operasional Sekolah