Environmental, Social, and Governance (ESG) dan Volatilitas Harga Saham: Kepemilkan Asing sebagai Variabel Pemoderasi
Intan Dyah Pitaloka, I Wayan Nuka Lantara, S.E., M.Si., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 SAINS MANAJEMEN
Seiring meningkatnya perhatian global terhadap isu keberlanjutan, inisiatif seperti Paris Agreement dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) mendorong perusahaan untuk mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam strategi bisnis. Meski demikian, pengaruh ESG terhadap stabilitas pasar masih menjadi perdebatan, khususnya di pasar negara berkembang seperti kawasan ASEAN. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh kinerja ESG terhadap volatilitas harga saham serta mengevaluasi peran kepemilikan asing sebagai variabel moderasi. Sampel terdiri dari 1.316 observasi firm-year perusahaan yang terdaftar di lima negara ASEAN (Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Filipina) selama periode 2017–2023. Dengan menggunakan regresi data panel, hasil penelitian menunjukkan bahwa ESG secara signifikan menurunkan volatilitas harga saham, terutama pada pilar lingkungan dan sosial, sedangkan pilar tata kelola tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Sementara itu, kepemilikan asing tidak terbukti memoderasi hubungan antara ESG dan volatilitas harga saham, namun justru berpengaruh langsung secara positif terhadap peningkatan volatilitas. Temuan ini mengindikasikan bahwa implementasi ESG dapat berperan sebagai alat mitigasi risiko yang memperkuat stabilitas pasar, terlepas dari struktur kepemilikan asing perusahaan. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi perusahaan dan regulator di kawasan ASEAN dalam merumuskan kebijakan pelaporan keberlanjutan dan pengelolaan struktur kepemilikan yang lebih efektif dalam merespons dinamika pasar global.
As global attention to sustainability issues intensifies, initiatives such as the Paris Agreement and the Sustainable Development Goals (SDGs) have encouraged companies to adopt Environmental, Social, and Governance (ESG) principles into their business strategies. However, the impact of ESG implementation on market stability remains a topic of debate, particularly in emerging markets such as the ASEAN region. This study aims to examine the effect of ESG performance on stock price volatility and assess the moderating role of foreign ownership. The sample comprises 1,316 firm-year observations of listed companies in five ASEAN countries—Indonesia, Malaysia, Singapore, Thailand, and the Philippines—over the 2017–2023 period. Using panel data regression analysis, the findings indicate that ESG significantly reduces stock price volatility, particularly through the environmental and social pillars, while the governance pillar shows no significant effect. Furthermore, foreign ownership does not significantly moderate the relationship between ESG and volatility but instead has a direct positive impact on increasing volatility. These results suggest that ESG implementation functions as a risk mitigation tool that enhances market stability, regardless of the company’s ownership structure. This study is expected to provide valuable insights for companies and regulators in the ASEAN region in formulating sustainability disclosure policies and managing ownership structures in response to global market dynamics.
Kata Kunci : ESG, Stock Price Volatility, Foreign Ownership, ASEAN-5, Sustainability, Signaling Theory, Agency Theory