Laporkan Masalah

ANALISIS KUALITAS DATA ELEKTRONIK-PENCATATAN DAN PELAPORAN GIZI BERBASIS MASYARAKAT (E-PPGBM) PADA KASUS STUNTING DI KABUPATEN GUNUNG KIDUL

Khairani Fauziah, dr. Lutfan Lazuardi, M.Kes, Ph.D.;Digna Niken Purwaningrum, S.Gz., MPH, Ph.D.

2025 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang: Kualitas data status gizi anak balita stunting sangat penting dalam perencanaan dan evaluasi program percepatan penurunan stunting. Aplikasi Elektronik-Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM) menjadi salah satu sumber data rutin di Indonesia, namun evaluasi kualitas datanya masih terbatas.

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas data antropometri balita kasus stunting dari EPPGBM di Kabupaten Gunungkidul.

Metode: Penelitian menggunakan pendekatan mixed-methods dengan desain eksplanatori sekuensial. Indikator kualitas data disusun berdasarkan rekomendasi WHO, Pusdatin, dan modifikasi dari studi Riyanto (2023). Data kuantitatif berupa laporan antropometri balita stunting Februari 2025 dianalisis menggunakan indikator tunggal dan indeks kualitas data (IKDA). Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam dengan petugas gizi, kader, dan pejabat Dinas Kesehatan.

Hasil: Data E-PPGBM menunjukkan bahwa kelengkapan pencatatan sudah sangat baik, dengan angka kelengkapan mencapai 99,6?n tidak ditemukan data yang terduplikasi. Namun, masih terdapat kelemahan dalam aspek representativitas data, yang hanya mencapai 83,3%, serta konsistensi eksternal yang masih rendah sebesar 73,3%. Beberapa hambatan utama yang ditemukan dalam proses pencatatan dan pelaporan antara lain adalah terbatasnya infrastruktur, perbedaan format data antar fasilitas pelayanan kesehatan, serta kurangnya pelatihan bagi petugas.

Kesimpulan: Kualitas data EPPGBM di Gunungkidul tergolong baik pada aspek representasi dan kelengkapan, namun perlu peningkatan pada aspek akurasi dan konsistensi eksternal. Perbaikan melalui pelatihan kader, standarisasi alat dan prosedur, serta integrasi sistem informasi sangat diperlukan.

Kata kunci: EPPGBM; Kualitas Data; Status Gizi; Stunting; Surveilans.

Background. The quality of nutritional status data for children under five is crucial for planning and evaluating stunting reduction programs. One of the routine data sources used in Indonesia is the Community-Based Nutrition Recording and Reporting Electronic System (EPPGBM). However, evaluation of the data quality from this application remains limited.

Objective. This study aimed to analyze the quality of anthropometric data on stunting cases reported through EPPGBM in Gunungkidul District.

Methods :A mixed-methods approach was employed using a sequential explanatory design. Data quality indicators were developed based on WHO, Pusdatin, and modifications from Riyanto’s (2023) study. Quantitative data were derived from the February 2025 anthropometric reports and analyzed using individual indicators and a data quality index (IKDA). Qualitative data were collected through in-depth interviews with nutrition officers, health cadres, and district health officials.


Results. E-PPGBM data demonstrated very good completeness, with a reporting rate of 99.6% and no duplicated records identified. However, some weaknesses were found in data representativeness, which reached only 83.3%, and in external consistency, which remained low at 73.3%. In addition, measurement errors such as digit preference affected the overall accuracy of the data. Several key barriers were identified in the data collection and reporting process, including limited infrastructure, inconsistent data formats across health facilities, and inadequate training for personnel. Although E-PPGBM data have been used for stunting surveillance and in cross-sectoral coordination forums, response times remain slow, and integration with regional health information systems is still suboptimal.

Conclusion. The quality of EPPGBM data in Gunung Kidul is considered good in terms of representativeness and completeness but needs improvement in accuracy and external consistency. Enhancing data quality requires cadre training, standardized tools and procedures, and better integration of health information systems.

Keywords: Data Quality; EPPGBM; Nutritional Status; Stunting; Surveillance.

Kata Kunci : Data Quality; EPPGBM; Nutritional Status; Stunting; Surveillance.

  1. S2-2025-513139-abstract.pdf  
  2. S2-2025-513139-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-513139-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-513139-title.pdf