0,5. Ketiga variabel faktor-faktor produksi yaitu nilai aset, nilai investasi dan jumlah tenaga kerja juga terbukti sangat kuat mempengaruhi nilai produksi, ditunjukkan pada analisa regresi dimana semua variabel mempunyai taraf signifikansi T -"> 0,5. Ketiga variabel faktor-faktor produksi yaitu nilai aset, nilai investasi dan jumlah tenaga kerja juga terbukti sangat kuat mempengaruhi nilai produksi, ditunjukkan pada analisa regresi dimana semua variabel mempunyai taraf signifikansi T -">
Kajian pola keruangan produksi industri dan faktor-faktor yang mempengaruhi di kota Purbalingga
Agung Pujo Winarko, Luthfi Muta'ali, S.Si.; M.SP.
2005 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPembangunan ekonomi dewasa ini di Indonesia telah bergeser dari sektor pertanian menuju sektor industri. Sektor industri sendiri mampu memberikan sumbangan yang cukup besar bagi peningkatan pendapatan daerah dan masyarakat. Termasuk dalam hal ini di Kota Purbalingga yang merupakan daerah yang sedang berkembang dalam usahanya untuk meningkatkan nilai tambah dan penyediaan lapangan kerja baru. Perkembangan industri ini tidak terlepas dari beberapa faktor yang mempengaruhinya berupa karakteristik wilayah dan faktor produksi. Terkait dengan latar belakang diatas, maka penelitian ini mengambil judul "Kajian Keruangan Produksi Industri dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhi di Kota Purbalingga" yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik dan pola keruangan industri, menganalisa karakteristik wilayah yang berhubungan dengan konsentrasi industri, menganalisa faktor-faktor produksi yang berpengaruh terhadap nilai produksi dan membandingkan berdasarkan skala industrinya serta memberi masukan alternatif-alternatif program kebijakan industri di Kota Purbalingga. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Analisis Data Sekunder, dimana pemilihan daerah penelitian menggunakan metode purposive sampling dengan ruang lingkup Kota Purbalingga yang terdiri dari 21 desa / kelurahan. Variabel-variabel yang diteliti untuk karakteristik produksi dan nilai produksi terdiri dari nilai aset, nilai investasi dan distribusi tenaga kerja, untuk karakteristik wilayah meliputi jumlah penduduk, kepadatan penduduk, nilai baku pajak dan distribusi pelanggan listrik. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis indeks konsentrasi dan distribusi quotient, analisa korelasi product moment dari Pearson, analisa regresi berganda variabel dummy dan analisa uji beda One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persebaran industri secara umum di Kota Purbalingga tersebar secara merata, dengan nilai indeks konsentrasi 42,16. Untuk indeks konsentrasi berdasarkan skala industri, yang paling tersebar adalah industri rumah tangga dengan nilai 40,47 dan paling terkonsentrasi industri besar dengan nilai 75,28. Berdasarkan klasifikasi industri yang paling tersebar adalah industri kertas, percetakan dan penerbitan dengan nilai 47,35 dan yang paling terkonsentrasi adalah industri pengolahan lainnya dengan nilai 92,92. Konsentrasi industri terbesar berada di Kelurahan Purbalingga Lor, yang ditunjukkan oleh nilai distribusi quotient tertinggi yaitu 7,51. Hal tersebut terjadi dikarenakan daerah ini merupakan sentra industri knalpot yang cukup besar. Konsentrasi kegiatan industri ternyata berhubungan dengan karakteristik wilayah yang meliputi jumlah dan kepadatan penduduk, nilai baku pajak dan pelanggan listrik, hal itu ditunjukkan dengan hasil analisa korelasi pada derajat kebebasan 99%, nilai pearson correlations semua karakteristik wilayah positif dan >0,5. Ketiga variabel faktor-faktor produksi yaitu nilai aset, nilai investasi dan jumlah tenaga kerja juga terbukti sangat kuat mempengaruhi nilai produksi, ditunjukkan pada analisa regresi dimana semua variabel mempunyai taraf signifikansi T <0,05. Hasil variabel dummy menunjukkan bahwa hanya industri besar yang mempunyai karakteristik nilai produksi berbeda dengan industri lainnya, dengan koefisien bernilai positif dan taraf signifikansi <0,05, untuk karakteristik nilai produksi industri kecil dan menengah relatif sama dengan industri rumah tangga sebagai industri pembanding.
-
Kata Kunci : Pola keruangan, Produksi Industri,Purbalingga,Jawa Tengah