Pemanfaatan teknik Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk pendugaan rute aliran sungai bawah tanah topografi karst tropik : Kasus sistem aliran sungai bawah tanah sebagian karst Gunungsewu, Gunungkidul
Agung Dwinurcahya, Dr. Totok Gunawan, M.S.; Drs. Eko Haryono, M.Si.
2005 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHJudul penelitian ini adalah Pemanfaatan Teknik Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis Untuk Pendugaan Rute Aliran Sungai Bawah Tanah Topografi Karst Tropik (Kasus Sistem Aliran Sungai Bawah Tanah Sebagian Karst Gunung Sewu, Gunung Kidul). Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengkaji kemampuan penginderaan jauh untuk memperoleh informasi struktural berupa kelurusan dan jejak retakan yang digunakan untuk pendugaan rute aliran sistem sungai bawah tanah sebagian kawasan karst Gunung Sewu dan 2) Mengestimasi rute aliran sistem sungai bawah tanah sebagian kawasan karst Gunung Sewu dengan berdasarkan informasi struktural berupa kelurusan dan jejak retakan hasil penyadapan dari teknik penginderaan jauh dengan menggunakan sistem informasi geografis. Data utama dalam penelitian ini adalah Peta Rupabumi Digital Indonesia, Citra Landsat ETM+, dan Foto Udara Skala 1: 50.000. Sedangkan data bantu berupa data sekunder berupa data sebaran gua, mataair, dan sungai yang hilang. Pengolahan data penginderaan jauh yang digunakan adalah pemfilteran linear turunan dan slicing. Sedangkan analisis sistem informasi geografis yang digunakan adalah analisis jaringan dan analisis kepadatan. Variabel penelitian adalah morfometri kelurusan dan jejak retakan meliputi panjang, lebar, arah, jumlah titik potong dan gabungan dari keempat morfometri tersebut. Selanjutnya morfometri tersebut digunakan sebagai nilai pengaliran dalam analisis jaringan. Sebagai pembanding untuk akurasi panjang dan arah kelurusan dan jejak retakan hasil interpretasi digunakan hasil survey lapangan dengan Global Positioning System. Data pembanding untuk akurasi rute aliran sungai bawah tanah hasil analisis adalah peta sungai bawah tanah dari MacDonald & partners dan Kusumayuda Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa foto udara sangat baik dalam menyajikan informasi struktural dari segi jumlah, kedetilan, ketepatan dan kejelasan kelurusan dan jejak retakan dengan tingkat ketelitian 100%. Saluran 5 citra Landsat ETM+ merupakan saluran terbaik dalam penyajian informasi struktural dibandingkan saluran inframerah lainnya. Filter DFDX merupakan filter linear turunan terbaik untuk menonjolkan kelurusan dan jejak retakan pada citra terfilter terbaik dengan skor kejelasan 202. Rute-rute aliran sungai bawah tanah hasil analisis jaringan dan analisis kepadatan menunjukkan hasil yang baik dan ditunjukkan dengan kemiripannya dengan peta sungai bawah tanah referensi. Namun rute-rute yang dihasilkan tidak langsung menunjukkan rute aliran sungai bawah tanah sebenarnya. Secara umum dapat dikatakan bahwa teknik penginderaan jauh dan sistem informasi geografis sangat bermanfaat untuk pendugaan rute aliran sungai bawah tanah di topografi karst.
-
Kata Kunci : Sistem aliran Sungai bawah tanah,Teknik penginderaan jauh,Sistem informasi geografis,Topografik Karst,Gunungkidul,DIY