PENGARUH FINANCIAL DISTRESS DAN FREE CASH FLOW TERHADAP MANAJEMEN LABA: STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA PERIODE 2019-2023
Ekya Putri Berliana, Fu'ad Rakhman, S.E., M.Sc., Ph.D., CA.
2025 | Skripsi | AKUNTANSI
Manajemen laba adalah hal yang lazim dilakukan oleh perusahaan. Pengungkapan informasi keuangan yang abnormal, meskipun dapat memicu konsekuensi yang tidak diinginkan, seringkali merupakan hasil dari praktik manajemen laba. Dalam lingkungan bisnis yang terus berkembang pesat, manajemen perusahaan acapkali dihadapkan pada dilema untuk menyeimbangkan kepentingan berbagai pihak yang berkepentingan. Penelitian ini berangkat dari fenomena tersebut, dengan tujuan untuk menguji intensitas praktik manajemen laba, khususnya dalam konteks kondisi kesulitan keuangan dan ketersediaan arus kas bebas, terutama pada sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia, selama periode 2019-2023.
Variabel independen yang digunakan pada penelitian adalah
financial distress dan arus kas
bebas. Proyeksi manajemen laba digunakan dengan akrual diskresioner yang
diperoleh dari Modified Jones Model
yang digunakan oleh Dechow et al. (1995). Sampel penelitian terdiri dari 820
perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun
2019-2023. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif, dengan metode
analisis regresi berganda untuk membuktikan hipotesis penelitian. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa financial
distress memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap manajemen laba,
sedangkan arus kas bebas memiliki pengaruh positif tidak signifikan. Penelitian
ini menggunakan leverage,
profitabilitas, dan ukuran perusahaan sebagai variabel kontrol penelitian.
Earnings management is a common practice among companies. The disclosure of abnormal financial information, although it may trigger unintended consequences, is often the result of earnings management practices. In today’s rapidly evolving business environment, corporate management is frequently faced with the dilemma of balancing the interests of various stakeholders. This study is motivated by such phenomena, aiming to examine the intensity of earnings management practices, particularly in the context of financial distress and the availability of free cash flow, with a specific focus on the manufacturing sector listed on the Indonesia Stock Exchange during the 2019–2023 period.
The independent variables used in this study are financial distress and free cash flow. Earnings management is projected through discretionary accruals, measured using the Modified Jones Model developed by Dechow et al. (1995). The research sample consists of 820 manufacturing companies listed on the Indonesia Stock Exchange from 2019 to 2023. The study employs a quantitative approach, with multiple regression analysis used to test the research hypotheses. The findings reveal that financial distress has a positive and significant effect on earnings management, while free cash flow has a positive but insignificant effect. Leverage, profitability, and company size are included as control variables in the study.
Kata Kunci : Manajemen Laba, Akrual Diskresioner, Financial Distress, Ukuran Perusahaan, Altman Z- Score, Modified Jones Model, Manufaktur.