Aplikasi Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis untuk monitoring pemekaran fisik kota antara tahun 1992-2005 : Studi kasus daerah pinggiran utara kota Yogyakarta
Agung Widodo, Dra. Endang Saraswati, M.S.
2005 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPertumbuhan daerah terbangun di pinggiran kota sangat pesat sebagai akibat tingginya pemanfaatan lahan di Kota Yogyakarta. Selain tingginya perkembangan fisik di pinggiran utara Kota Yogyakarta, di sepanjang jalan utama terlihat juga banyaknya perubahan penggunaan lahan khususnya lahan pertanian menjadi non pertanian. Hal ini menyebabkan wilayah perkotaan Yogyakarta semakin luas melebihi batas administrasinya. Untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemekaran fisik kota dari tahun 1992-2005 dapat dilakukan dengan cara pengamatan terestrial, namun memerlukan biaya, waktu dan tenaga yang besar. Agar data diperoleh lebih akurat sehingga diperlukan cara lain yang lebih baik, yaitu dengan cara menggunakan teknik penginderaan jauh. Tujuan penelitian ini adalah memanfaatkan data penginderaan jauh dan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk monitoring pemekaran fisik kota, memetakan pemekaran fisik kota berdasarkan hasil interpretasi data penginderaan jauh multitemporal, data sekunder dan survei lapangan serta mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pemekaran fisik kota di pinggiran utara Kota Yogyakarta berdasarkan analisis peta. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah integrasi antara penginderaan jauh dan SIG dan cek lapangan. Metode penginderaan jauh dengan teknik interpretasi foto udara melalui landscape approach, dan analisanya multi waktu yang disertai dengan overlay terhadap variabel-variabel yang mempengaruhi pemekaran fisik di daerah penelitian. Dalam penelitian ini digunakan foto udara pankromatik hitam putih skala 1: 25.000 tahun pemotretan 1992 dan skala 1: 20.000 tahun 2000. Klasifikasi yang digunakan merupakan klasifikasi yang dibuat oleh Sutanto dengan modifikasi (1981). Hasil penelitian diperoleh bahwa data penginderaan jauh yang digunakan memiliki ketelitian interpretasi sebesar 82,42%. Pemekaran fisik kota di daerah pinggiran utara Kota Yogyakarta antara tahun 1992-2005 telah menyebabkan berubahnya lahan pertanian menjadi lahan permukiman seluas 390,09 Ha (79,79%), perumahan seluas 70,74 Ha (14,47%), fasilitas pendidikan seluas 14,83 Ha (3,03%), industri seluas 13,21 Ha (2,70%). Melalui analisis peta buffer variabel-variabel penelitian dapat diperoleh kesimpulan bahwa faktor-faktor fisik yang mempengaruhi pemekaran fisik di pinggiran utara Kota Yogyakarta meliputi: perguruan tinggi, jalan kolektor, dan jalan arteri. Pola pemekaran fisik di daerah penelitian yang diperoleh dari hasil sintesis peta buffer adalah pola memanjang dengan arah pemekaran relatif ke utara. Sementara itu daerah-daerah yang banyak mengalami pemekaran fisik adalah daerah yang letaknya relatif dekat dengan fasilitas pendidikan (kampus).
-
Kata Kunci : Pemekaran fisik kota,Sistem informasi geografis,SIG,Penginderaan jauh,Kota Yogyakarta,DIY