Kebermaknaan Hidup Narapidana dengan Hukuman Pidana Penjara Seumur Hidup
Hermawan Bagaskara Dewa, Prof. Drs. Subandi, M.A., Ph.D., Psikolog.
2025 | Tesis | S2 Psikologi
Pengalaman hidup sebagai narapidana penjara seumur hidup dengan tekanan berupa kehilangan kemerdekaan dan keterbatasan yang dirasakan di dalam Lembaga Pemasyarakatan dapat memengaruhi kebermaknaan hidup individu. Ketidakmampuan individu dalam mengelola tekanan-tekanan kehidupan dapat menjadi awal hilangnya kebermaknaan hidup seseorang. Namun, pengalaman hidup yang buruk sebagai narapidana penjara seumur hidup juga dapat membantu selama proses penemuan kebermaknaan hidup narapidana, meskipun berada di dalam Lapas. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif mengenai kebermaknaan hidup bagi narapidana seumur hidup dan proses yang dilalui dalam menemukan kebermaknaan hidupnya. Penelitian ini merupakan studi kualitatif menggunakan pendekatan fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara semi terstruktur dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Tiga partisipan yang terlibat adalah laki-laki, berusia 31-51 tahun, dan telah lebih dari sepuluh tahun menjalani pidana penjara di dalam Lapas. Hasil penelitian memunculkan lima tema utama yang menggambarkan proses menemukan kebermaknaan hidup pada diri narapidana penjara seumur hidup, yaitu (1) mengidentifikasi episode terberat dalam hidup, (2) mendapatkan dukungan dan penerimaan dari keluarga, (3) menerima diri secara positif, (4) mengambil hikmah dan pelajaran hidup, serta (5) menetapkan tujuan dan harapan hidup. Gambaran komprehensif mengenai kebermaknaan hidup juga dibahas dalam tulisan ini.
The experience of living as a life imprisonment prisoner with the pressure of losing independence and the limitations felt in the Correctional Institution can affect the meaning of individual life. An individual's inability to manage the pressures of life can be the beginning of the loss of meaning in one's life. However, poor life experiences as life imprisonment inmates can also help during the process of finding meaning of prisoners' lives, despite being in prison. This study aims to obtain a comprehensive picture of the meaning of life for life prisoners and the process they go through in finding the meaning of their lives. This research is a qualitative study using a phenomenological approach. Data were collected through semi-structured interviews and observations. The data analysis technique used is Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). The three participants involved were male, aged 31-51 years old, and had served more than ten years in prison. The results of the study revealed five main themes that describe the process of finding meaning of life for life prisoners, namely (1) identifying the toughest episode in life, (2) getting support and acceptance from family, (3) self-acceptance positively, (4) taking life lessons, and (5) setting goals and hopes in life. A comprehensive overview of the meaning of life is also discussed in this paper.
Kata Kunci : fenomenologi, kualitatif, kebermaknaan hidup, narapidana seumur hidup