Laporkan Masalah

Peningkatan efisiensi pemupukan kalium dengan penambahan bahan pembenah tanah untuk jagung manis pada Vertisol Playen, Gunungkidul

Binda Mustika Faradita, Dr. Agr. Cahyo Wulandari, S.P., M.P. ; Tantriani, S.P., M.Agr., Ph.D.

2025 | Skripsi | ILMU TANAH

Tanah Vertisol di Playen, Gunungkidul, memiliki kandungan kalsium karbonat (CaCO?) yang tinggi, yang menyebabkan imbalance cation Ca : Mg : K di dalam tanah dan rendahnya efisiensi pemupukan kalium. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan sifat kimia tanah, mengevaluasi efisiensi pemupukan K, dan mengkaji hubungannya dengan serapan kalium serta pertumbuhan jagung manis (Zea mays var. saccharata). Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial dengan sembilan perlakuan: K0 (kontrol), K1 (pupuk kandang sapi 2 ton/ha), K100 (100% K?SO? 150 kg/ha), K50 (50% K?SO? 75 kg/ha), K50M (K50 + mikoriza 10 g/tanaman), K50H (K50 + kalium humat 10 kg/ha), K50S (K50 + nano silika 2 kg/ha), K50HS (K50 + kalium humat + nano silika), dan K50MHS (K50 + mikoriza + kalium humat + nano silika), masing-masing diulang empat kali dengan 36 unit percobaan. Semua perlakuan diberi pupuk kandang 2 ton/ha sebagai dasar kecuali K0 (kontrol). Hasil menunjukkan bahwa perlakuan berpengaruh nyata terhadap beberapa sifat kimia tanah, seperti penurunan pH dan peningkatan kadar C-organik serta ketersediaan kalium. Efisiensi pemupukan kalium tertinggi dicapai pada perlakuan K50HS sebesar 68,79%. Efisiensi yang tinggi ini juga diikuti oleh peningkatan serapan kalium dan pertumbuhan tanaman jagung manis. Kombinasi kalium humat dan nano silika terbukti efektif meningkatkan efisiensi dan mendukung pertumbuhan secara optimal di tanah Vertisol yang bersifat calcareous.  

The Vertisol soils in Playen, Gunungkidul, contain high levels of calcium carbonate (CaCO?), resulting in an imbalanced cation ratio of Ca:Mg:K and reduced potassium fertilization efficiency. This study aimed to analyze changes in soil chemical properties, evaluate potassium fertilization efficiency, and examine its relationship with potassium uptake and the growth of sweet corn (Zea mays var. saccharata). The experiment was arranged in a completely randomized design (CRD) with nine treatments: K0 (control), K1 (farmyard manure 2 t/ha), K100 (100% K?SO? 150 kg/ha), K50 (50% K?SO? 75 kg/ha), K50M (K50 + mycorrhiza 10 g/plant), K50H (K50 + potassium humate 10 kg/ha), K50S (K50 + nano-silica 2 kg/ha), K50HS (K50 + potassium humate + nano silica), and K50MHS (K50 + mycorrhiza + potassium humate + nano-silica), each replicated four times, resulting in 36 experimental units. All treatments received 2 t/ha of farmyard manure as a basal application except for K0 (control). The results showed that the treatments significantly affected several soil chemical properties, including decreased pH, increased organic carbon content, and improved potassium availability. The highest potassium fertilization efficiency (68.79%) was achieved with K50HS. This high efficiency was accompanied by increased potassium uptake and enhanced sweet corn growth. The combination of potassium humate and nano-silica proved effective in improving fertilization efficiency and supporting optimal growth in calcareous Vertisol soils.

Kata Kunci : Calcareous Soil, Kalium Humat, Nano Silika, Efisiensi Pemupukan

  1. S1-2025-478775-abstract.pdf  
  2. S1-2025-478775-bibliography.pdf  
  3. S1-2025-478775-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2025-478775-title.pdf