Perbandingan Alternatif Desain dan Konstruksi Lapangan Perkerasan Kaku Jalan Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo Seksi 1 Paket 1.2
Alfinka Ichsandya, Ir. Dr. Eng. Iman Haryanto, S.T., M.T.
2025 | Tugas Akhir | D4 TEKNOLOGI REKAYASA PELAKSANAAN BANGUNAN SIPIL
Pembangunan Jalan
Tol Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo merupakan bagian dari Proyek Strategis
Nasional. Pembangunan jalan tol ini direncanakan pada tahun 2021 sehingga masih
menggunakan acuan desain perancangan Manual Desain Perkerasan Jalan 2017.
Perancangan perkerasan kaku pada Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 memiliki
keterbatasan dalam menganalisis ketahanan faktor fatigue dan erosi yang
masih menggunakan pembacaan grafik berdasarkan PdT-14-2003. Kementerian PUPR
telah menerbitkan Manual Desain Perkerasan Jalan 2024 sebagai penyempurna
Manual Desain Perkerasan Jalan 2017 yang telah mengadopsi perencanaan
perkerasan kaku menggunakan metode mekanistik empirik terhadap ketahanan
keretakan akibat kegagalan kelelahan (fatigue) dan erosi.
Analisis dilakukan
dengan perbandingan struktur perkerasan kaku berdasarkan Manual Desain
Perkerasan Jalan 2024 dengan struktur perkerasan konstruksi lapangan Jalan Tol
Solo-Yogyakarta-NYIA Kulonprogo. Perancangan menggunakan Manual Desain
Perkerasan Jalan 2024 dihasilkan tebal pelat beton perkerasan 330 mm dengan
tebal lapis di bawahnya, yaitu lapis fondasi bawah 150 mm, LFA 200 mm, dan
timbunan pilihan berbutir kasar 200 mm. Struktur perkerasan kaku tersebut
direncanakan dengan umur layan 40 tahun dan dapat melayani beban lalu lintas
sebesar 3,3×107
ESAL. Lapis struktur perkerasan kaku konstruksi lapangan terdiri dari pelat
beton 300 mm dengan lapis lapis fondasi bawah/lean concrete 100 mm, LFA
kelas A/lapis drainase 150 mm, dan timbunan pilihan/capping layer 150 mm.
Perkerasan konstruksi lapangan dapat melayani beban lalu lintas lintas sebesar
1,5×107
ESAL selama 26 tahun.
The
construction of the Solo–Yogyakarta–NYIA Kulonprogo Toll Road is part of
Indonesia’s National Strategic Projects. Initially planned in 2021, the project
adopted the 2017 version of the Manual Desain Perkerasan Jalan (MDPJ) for
pavement design, which presents limitations in analyzing fatigue and erosion
resistance, as it still relies on graphical interpretations based on
PdT-14-2003. To address these shortcomings, the Indonesian Ministry of Public
Works and Housing (PUPR) released the updated MDPJ 2024, incorporating a
mechanistic-empirical design approach that accounts for fatigue cracking and
erosion failure in rigid pavement structures.
This study
presents a comparative analysis between the rigid pavement structure designed
using MDPJ 2024 and the as-built pavement structure of the Solo–Yogyakarta–NYIA
Kulonprogo Toll Road. The MDPJ 2024-based design results in a rigid pavement
comprising a 330 mm concrete slab, 150 mm subbase layer, 200 mm LFA layer, and
200 mm selected granular subgrade, designed for a 40-year service life and
capable of carrying a traffic load of 3.3×10? ESAL. In contrast, the
field-constructed pavement consists of a 300 mm concrete slab, 100 mm lean
concrete subbase, 150 mm LFA Class A/drainage layer, and 150 mm selected
granular capping layer, with a traffic capacity of 1.5×10? ESAL over a 26-year
service life.
Kata Kunci : Perkerasan Kaku, Manual Desain Perkerasan Jalan 2024, Kegagalan Kelelahan (Fatigue), Kegagalan Erosi