Evaluasi Pengetahuan Ibu Mengenai Vaksinasi Polio Pasca Pin di Kecamatan Ngemplak Yogyakarta
Evalazny Lubis, Dr. Djauhar Ismail, MPH, Ph.D., DSAK
1996 | Skripsi | S1 KEDOKTERANPenyakit polio adalah penyakit virus akut yang terjadi secara sporadis dan epidemik dengan gejala demam, sakit leher, nyeri kepala, serta vomitus yang sering disertai kekakuan leher dan punggung. Kelumpuhan yang terjadi bersifat permanen dan tidak dapat disembuhkan. Pencegahan penyakit polio dilakukan dengan vaksinasi polio yang diberikan secara tetes mulut. Vaksin polio berasal dari virus polio yang telah dimodifikasi, sebingga tidak menimbulkan kelumpuhan, sebaliknya dapat mencegah penyakit polio. Eradikasi penyakit polio pada tahun 2000 sebagai resolusi para Menteri Kesebatan sedunia di Jenewa menjadi dasar pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional yang diselenggarakan sejak tahun 1995 sampai 1997. Berdasarkan data yang diperoleb Departemen Kesehatan RI, diketahui bahwa PIN memperoleb sukses besar, yaitu vaksinasi anak balita di Indonesia tahun 1995 putaran I tercatat 22.171. 746 orang dan putaran II sebanyak 23.118.484 orang. Cakupan imunisasi pada saat penyelenggaraan PIN untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta terdiri dari putaran I tahun 1995 sebanyak 237.327 orang, putaran II tahun 1995 sebanyak 241.537 orang, putaran I tahun 1996 sebanyak 232.852 orang, dan putaran II tahun 1996 sebanyak 236.936 orang. Tercapainya angka- angka ini sangat fantastis, karena belum ada negara lain yang mampu melaksanakan program imunisasi secara serentak di seluruh wilayahnya dan mencapai keberhasilan seperti Indonesia. Evaluasi terhadap faktor-faktor pendukung dan pihak-pihak yang terkait dengan keberhasilan PIN, khususnya ibu yang berhubungan erat dengan kesehatan dan kesejahteraan anak balita, sudah seharusnya dilakukan. Penelitian ini dilakukan secara cross sectional dan menggunakan data primer. Data yang diperoleh dari responden, yang terdiri dari ibu-ibu anak balita yang mengikuti PIN di kecamatan Ngemplak Yogyakarta pada tanggal 13 September 1996, dianalisis dengan metode statistik deskriptif dan menggunakan uji kemaknaan kai kuadrat dengan batas kemaknaan (l < 0,05. Penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas sosial ibu (p=0,0445), peran aparat Pemerintah Desa (p=0,0012), dan peran petugas Puskesmas (p=0,0184) ternyata cukup berpengaruh terhadap pengetahuan ibu mengenai vaksinasi polio, tetapi pendidikan ibu (p=0,3366), pekerjaan ibu (p=0,0917), dan sumber informasi (p=0,3754) tidak berpengaruh terhadap pengetahuan ibu mengenai vaksinasi polio.
Kata Kunci : Vaksinasi Polio-Penyakit Polio-Pekan Imunisasi Nasional-Pengetahuan