Aplikasi citra landsat TM untuk penyajian informasi kedalaman air laut dengan menggunakan algoritma Van Hengel dan spitzer di Teluk Pangandaran Jawa Barat
Ahmad Arifin, Prof. Dr. Dulbahri; Drs. Sudaryatno, M.Si.
2002 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPenelitian ini merupakan penelitian terapan penginderaan jauh yang bersifat eksperimental dengan tujuan mengaplikasikan algoritma Van Hengel dan Spitzer dalam memetakan kelas kedalaman air laut dengan menggunakan data penginderaan jauh citra Landsat TM di daerah Teluk Pangandaran, Jawa Barat. Sumber data utama penelitian berasal dari data digital citra Landsat TM perekaman tanggal 27 Oktober 1997 dan hanya menggunakan 3 saluran tunggal yang di anggap memiliki respon spektral terbaik untuk obyek perairan yaitu saluran biru, saluran merah dan saluran hijau. Data lain yang digunakan adalah peta topografi tahun 1963 daerah Cilacap sampai Pangandaran dan peta batimetri buatan DISHIDROS AL tahun 1954. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan mengaplikasikan algoritma Van Hengel dan Spitzer yang berbentuk perkalian matrik 3 x 3 pada citra satelit yang digunakan. Dengan memperhatikan bentuk dan sifat dari algoritma serta jumlah data yang digunakan, maka dilakukan kombinasi pengolahan sebanyak 6 kombinasi susunan citra masukan. Hasil pengolahan adalah citra dengan nilai piksel menunjukan nilai kedalaman air relatif. Untuk memperoleh nilai kedalaman air yang dicari, menggunakan persamaan regresi dari hasil korelasi hubungan antara nilai kedalaman air relatif dengan nilai kedalaman air hasil pengukuran lapangan. Data kedalaman air hasil pengukuran lapangan yang akan digunakan sebagai data untuk membuat persamaan regresi, terlebih dahulu dikalibrasikan terhadap kondisi perairan pada waktu perekaman citra dengan menggunakan bantuan data pasang surut muka air laut sesaat Hasil penelitian menunjukkan bahwa Algoritma Van Hengel dan Spitzer dapat digunakan untuk mengekstraksi informasi kedalaman air laut dari citra satelit dengan tingkat korelasi sebesar 85-87%. Citra Landsat TM khususnya saluran biru, merah dan hijau dapat digunakan untuk memperoleh nilai kedalaman air laut dengan melakukan beberapa tahap pengolahan citra satelit. Setiap kombinasi susunan citra masukan akan memberikan hasil yang berbeda untuk informasi tingkat kedalamannya dan relatif sama untuk bentuk profil dasar laut yang dihasilkan. Akan tetapi secara umum perbedaan informasi tingkat kedalaman masih bisa diabaikan mengingat perbedaan yang dihasilkan rata-rata sebesar 3,5 met
-
Kata Kunci : Aplikasi citra landsat TM,kedalaman air laut,Algoritma van hengel,Spitzer,jawa Barat,Pangandaran