Laporkan Masalah

Aplikasi teknik penginderaan jauh dan sistem informasi geografis untuk zonasi tingkat kerentanan dan bahaya banjir : Studi kasus di daerah Bekasi Jawa Barat

Abdi Tunggal Priyanto, Dr. Totok Gunawan, M.S.; Drs. Suprapto Dibyosaputro, M.Sc.

2002 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Penelitian ini berjudul: "Aplikasi Teknik Penginderaan Jauh dan Sistem Informasi Geografis Untuk Zonasi Tingkat Kerentanan dan Bahaya Banjir" (Studi Kasus di Daerah Bekasi Jawa Barat) ". Daerah penelitian berada di daerah Bekasi, Jawa Barat, yang dibatasi oleh bagian hilir Sungai Bekasi dan Sungai Citarum. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan (1) mengkaji kegunaan citra Landsat TM untuk memperoleh parameter-parameter lahan dengan menggunakan teknik penginderaan jauh untuk menentukan daerah-daerah yang sering terlanda banjir, 2) mengkaji kegunaan pengolahan citra secara digital untuk menajamkan daerah-daerah yang sering terlanda banjir, dan (3) menyusun peta tingkat kerentanan dan bahaya banjir di daerah penelitian dengan bantuan Sistem Informasi Geografis. Data penginderaan jauh yang digunakan adalah citra Landsat TM hasil perekaman tanggal 23 Juni 1996, daerah Bekasi dan sekitarnya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi dengan menggunakan teknik penginderaan jauh dan survei terestrial, dan dibantu dengan Sistem Informasi Geografis. Teknik perolehan data yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi teknik interpretasi citra Landsat TM untuk memperoleh parameter-parameter lahan, yaitu bentuklahan, penggunaan lahan, drainase permukaan, dan kedalaman muka air tanah, teknik transformasi matematis dilakukan untuk menajamkan informasi kelembaban tanah pada citra, yang dikorelasikan dengan kelembaban tanah permukaan di lapangan, dan teknik survei terestrial yang dilakukan untuk memperoleh data karakteristik lahan yang tidak dapat diperoleh secara langsung dari citra, antara lain tekstur tanah dan kelembaban tanah permukaan. Selain itu, dilakukan wawancara dengan penduduk setempat untuk memperoleh data karakteristik banjir. Peta tingkat kerentanan banjir diperoleh dengan bantuan Sistem Informasi Geografis, melalui pengharkatan dan pembobotan karakteristik lahan, sedangkan peta tingkat bahaya banjir diperoleh melalui tumpangsusun antara peta tingkat kerentanan banjir dan peta penggunaan lahan. Hasil penelitian ini adalah (1) citra Landsat TM dapat digunakan untuk mengenali parameter-parameter lahan melalui teknik interpretasi, dimana ketelitian interpretasi bentuklahan mencapai 85%, penggunaan lahan sebesar 80%, drainase permukaan sebesar 75%, dan kedalaman muka air tanah sebesar 83,3%, (2) diperoleh nilai korelasi yang tinggi (r = 0,734) antara kelembaban tanah pada citra dengan kelembaban tanah di lapangan, sehingga dapat dilakukan penyusunan peta kelembaban tanah permukaan, (3). tingkat kerentanan banjir di daerah penelitian diklasifikasikan kedalam 5 tingkat kerentanan, meliputi kelas sangat rentan, rentan, agak rentan, kurang rentan, dan tidak rentan. Kelas kerentanan yang paling dominan dijumpai di daerah penelitian adalah kelas rentan banjir yang mencapai 40.351 hektar atau sekitar 33,6% dari luas daerah penelitian. Kelas rentan banjir memiliki pariode ulang 1-3 tahun, lama genangan 7-30 hari, dan kedalaman genangan 1-1,5 m, meliputi sebagian Kecamatan Sukatani, Cikarang, Cibitung, Tambelang, Kedungwaringin, dan Muaragembong. Tingkat bahaya banjir di daerah penelitian diklasifikasikan kedalam 5 kelas bahaya banjir, yaitu kelas sangat bahaya, bahaya, agak bahaya, kurang bahaya, dan tidak bahaya. Tingkat bahaya banjir di daerah penelitian didominasi oleh kelas tidak bahaya, yaitu seluas 42.192 hektar atau 35,2% dari luas daerah penelitian. Kelas tidak bahaya meliputi sebagian Kecamatan Serang, Bantargebang, dan Cibarusah.

-

Kata Kunci : Teknik penginderaan jauh, sistem informasi geografis, Kerentanan banjir, Bahaya banjir,Bekasi,Jawa Barat

  1. S1-2002-101083-Abstract.pdf  
  2. S1-2002-101083-Bibliography.pdf  
  3. S1-2002-101083-TableofContent.pdf  
  4. S1-2002-101083-Title.pdf