KAJIAN KOROSI ATMOSFERIK ELEMEN BAJA STRUKTURAL PADA PEMAPARAN UDARA BERKADAR GARAM TINGGI DI WILAYAH PESISIR PANTAI DENGAN PROTEKSI GALVANIS (Studi Kasus: PLTU Adipala Cilacap, Jawa Tengah)
Trihol Oky Jones Silaban, Angga Fajar Setiawan, S.T., M.Eng., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Teknik Sipil
Kajian internal mendapatkan laju korosi sebesar 1,06
mm/tahun dan masuk ke dalam kategori poor atau cukup parah yang
dilakukan melalui uji komputasi dilakukan pada lokasi studi kasus PLTU Adipala
Cilacap Jawa Tengah yang berlokasi di pesisir pantai selatan pulau jawa. Lokasi
ini merupakan kombinasi antara pesisir pantai dan industrial dan masuk ke dalam
cakupan korosi atmosferik. Perlu adanya proteksi yang memiliki efektivitas
baik, namun dengan memperhatikan nilai efisiensi pada implementasinya yang
salah satunya adalah lapisan proteksi Galvanis sehingga penelitian tentang
kajian laju korosi perlu dilakukan.
Korosi atmosferik menjadi arah pengujian pada
penelitian ini. Pengujian dilakukan
di tiga lokasi, yaitu Pesisir
Pantai, ESP, dan Green Zone. Terdapat 4 spesimen yang digunakan, yaitu
Spesimen Kontrol, Hot-dip Galvanizing, Cold Galvanizing 65% Zinc-Rich
Coat, dan Cold Galvanizing 95% Zinc-Rich Spray. Pengujian dilakukan
mengacu pada ISO 9223 yang mengkaji laju korosi dengan mempertimbangkan
berbagai parameter, khususnya Suhu, Kelembaban Relatif, Time of Wetness
(TOW), Kadar Uap Garam (Cl-), Ketebalan Lapisan Proteksi, dan
Karakteristik Morfologi melalui uji SEM-EDS. Kajian laju korosi yang dilakukan
dalam periodikal waktu 1, 3, 6, dan 9 Bulan.
Hasil pengujian paparan di lapangan menunjukkan bahwa lokasi Pesisir Pantai menjadi lokasi yang paling agresif dalam memberikan nilai laju korosi dengan nilai tertinggi sebesar 2,405 mm/tahun, lokasi ESP dengan nilai tertinggi sebesar 1,016 mm/tahun, dan lokasi Green Zone dengan nilai tertinggi sebesar 1,173 mm/tahun dengan seluruhnya masuk ke dalam kategori poor atau cukup parah sehingga melebihi prediksi perhitungan komputasi yang hanya 1,06 mm/tahun. Lapisan proteksi yang memiliki efektivitas tertinggi ada pada lapisan Hot-dip Galvanizing dengan mampu menahan laju korosi sebesar 5 kali lipat dan hal ini diperkuat dengan kondisi visual serta selisih ketebalan lapisan seiring dengan periodikal pemaparan rencana. Kondisi Morfologi yang dihasilkan memberikan informasi banyaknya lapisan lepidocrocite dan goethite dengan menandakan adanya retakan dan lubang yang terjadi dan diindikasikan adanya klorin yang tinggi.
Internal studies found a corrosion rate of 1.06
mm/year categorized as poor, as determined by computational testing, which the
research location in PLTU Adipala Cilacap located on the southern coast of
Java. This location combines coastal and industrial properties and falls within
the scope of atmospheric corrosion. Effective protection is essential, but with
attention to efficiency in its implementation, one of that is galvanized
protective coating. Therefore, research on corrosion rate assessment is
necessary.
Atmospheric corrosion was the focus of this research
and testing was conducted at three locations: the Coastal Zone, the ESP, and
the Green Zone. Four specimens were used; Control Specimen, Hot-dip
Galvanizing, Cold Galvanizing 65% Zinc-Rich Coat, and Cold Galvanizing 95% Zinc-Rich
Spray. Testing was conducted by assessing corrosion rates referring to ISO 9223
Standard, taking into account various parameters, Temperature, Relative Humidity,
Time of Wetness (TOW), Salinity content (Cl-), Layer thickness, and
morphological characteristics using SEM-EDS testing. Corrosion rate studies
were conducted at intervals of 1, 3, 6, and 9 months.
The results of the field exposure tests indicated that the coastal location was the most aggressive in terms of corrosion rates, with the highest value at 2,405 mm/year, followed by the ESP location with the highest value at 1,016 mm/year, and the Green Zone location with the highest value at 1,173 mm/year. All of these were categorized as poor, exceeding the computational prediction of only 1.06 mm/year. The most effective protective layer was the Hot-dip Galvanizing layer, protecting corrosion rates 5 times higher than the planned exposure period. This was confirmed by visual conditions and differences in layer thickness over the planned exposure period. The resulting morphological conditions provide information on the number of layers of lepidocrocite and goethite, indicating the presence of cracks and holes that occur and are indicated of high chlorine.
Kata Kunci : Korosi atmosferik, Hot-dip Galvanizing, Cold Galvanizing 65% Zinc-Rich Coat, Cold Galvanizing 95% Zinc-Rich Spray, SEM-EDS.