Kebijakan Pendisiplinan Masyarakat Melalui Tilang Elektronik (ETLE) dalam Perspektif Panopticon Michel Foucault
Diah Maria Samastarmisi Sasmira, Prof. Drs. M. Mukhtasar Syamsuddin, M.Hum., Ph.D of Arts; Dr. Lailiy Muthmainnah, S. Fil., M.A.
2025 | Skripsi | ILMU FILSAFAT
Dinamika lalu lintas dan permasalahannya akan terus berjalan bersamaan dengan berkembangnya teknologi. Cara negara melakukan kontrol telah berganti dari metode yang kasar dan kasat mata, menjadi metode dengan teknik yang lebih halus dan tidak terlihat. Bagaimana negara membentuk metode baru dalam penegakan hukum lalu lintas telah membawa pada bentuk kekuasaan lain yang berbeda. Melalui pemikiran panopticon Michel Foucault, kamera ETLE dilihat sebagai instrumen pengawasan yang diciptakan sebagai bagian dari suatu kebijakan penegakan hukum yang berlaku. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mekanisme pendisiplinan melalui kebijakan tilang elektronik (ETLE) pada masyarakat dalam berlalu lintas dengan menggunakan fokus analisis kekuasaan disipliner dan panopticon Michel Foucault. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kekuasaan disipliner dengan tiga instrumen utama, yaitu: pengawasan hierarkis, penilaian normatif, dan pemeriksaan. Teori tersebut merupakan pondasi dalam mendukung analisis pemikiran panopticon Michel Foucault.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pokok bahasan permasalahan aktual. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan studi kepustakaan sebagai sumber penelitian dengan melalui tahapan penelitian berupa persiapan, pengumpulan data, klasifikasi data, analisis data, dan evaluasi kritis. Penelitian ini menggunakan analisis hasil dengan unsur-unsur metodis deskripsi, interpretasi, heuristika, dan refleksi kritis. Objek formal dalam penelitian ini yaitu teori kekuasaan disipliner melalui perspektif panopticon Michel Foucault, sedangkan objek material yang digunakan adalah kebijakan tilang elektronik (ETLE).
Hasil dari penelitian yang diperoleh, pertama, pengetahuan membuat kekuasaan disipliner terjadi melalui sistem ETLE. Terdapat tiga instrumen yang berjalan pada kekuasaan disipliner: pengawasan hierarkis menunjukkan kamera ETLE sebagai alat pengawasan yang digunakan secara konstan untuk memberikan efek pengawasan dan melatih individu agar taat berlalu lintas; penilaian normatif menunjukkan pengendara diklasifikasikan berdasarkan jenis pelanggaran ETLE beserta sanksinya; pemeriksaan menunjukkan kemampuan kekuasaan untuk melakukan pengawasan, klasifikasi, serta dokumentasi pengendara berupa database ETLE. Kedua, mekanisme panopticon pada ETLE menunjukkan kebijakan ETLE memiliki pengaruh dan hubungan positif dengan peningkatan kepatuhan, kesadaran, dan kebiasaan berlalu lintas masyarakat melalui efek pengawasan yang menciptakan pendisiplinan yang terinternalisasi. Namun, konsep panopticon pada sistem ETLE memiliki keterbatasan pada kamera ETLE dalam jangkauan pengawasan.
The dynamics and challenges of traffic will continue to evolve alongside technological advancements. State control methods have shifted from harsh and visible approaches to more subtle and unseen techniques. The state's adoption of new methods in traffic law enforcement introduces a distinct form of power. Through Michel Foucault's concept of the panopticon, ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement) cameras are viewed as instruments of surveillance, designed as integral components of an active law enforcement policy. The research aims to analyze the mechanisms of discipline enacted through the ETLE policy on traffic behavior, utilizing a focal analysis of Michel Foucault's disciplinary power and panopticon. The theoretical framework underpinning this study is disciplinary power, comprising three core instruments: hierarchical observation, normalizing judgment, and the examination. This theory forms the foundation for supporting the analysis of Foucault's panopticon concept.
This study employs a qualitative research design focusing on a current issue. It is primarily a literature review, conducted through several stages: preparation, data collection, data classification, data analysis, and critical evaluation. The analysis is performed using methodical elements of description, interpretation, heuristics, and critical reflection. The formal object of this research is Michel Foucault's theory of disciplinary power, viewed through the lens of the panopticon, while the material object is the electronic traffic ticketing (ETLE) policy.
This research yielded two primary findings, first, knowledge enables disciplinary power through the ETLE system. This disciplinary power operates through three key instruments: hierarchical observation, where ETLE cameras serve as constant surveillance tools to cultivate compliance and train individuals in traffic adherence; normalizing judgment, which categorizes drivers based on ETLE violation types and corresponding sanctions; and the examination, demonstrating power's capacity for surveillance, classification, and documentation of drivers as maintained in the ETLE database. Second, the panopticon mechanism within ETLE indicates that the ETLE policy positively influences and correlates with increased public compliance, awareness, and traffic habits, primarily through the surveillance effect that cultivates internalized discipline. However, the panopticon concept in the ETLE system exhibits limitations regarding the surveillance range of its cameras.
Kata Kunci : Tilang elektronik, ETLE, panopticon, kekuasaan disipliner, Michel Foucault.