Laporkan Masalah

Penelitian Tindakan Partisipatif Sebagai Upaya Pemberdayaan Kader Remaja Kesehatan Jiwa Di Gondomanan

Siti Afifa Choirunissah, Prof. Dr. Tina Afiatin, M.Si., Psikolog

2025 | Tesis | S2 Magister Profesi Psikologi

Tantangan utama dalam penanganan kesehatan mental remaja adalah menjembatani remaja yang berisiko dengan layanan yang tepat. Kader Remaja Kesehatan Jiwa (KAREJA) Gondomanan merupakan program kader kesehatan jiwa remaja pertama di Yogyakarta yang bertujuan mendekatkan dukungan kesehatan mental kepada remaja. Namun, berdasarkan studi pendahuluan, KAREJA masih membutuhkan pengembangan dan peningkatan partisipasi remaja untuk memastikan keberlanjutan program. Penelitian ini bertujuan mengatasi permasalahan pemberdayaan kader remaja, dengan fokus pada peningkatan partisipasi aktif anggota. Pendekatan participatory action research (PAR) digunakan dengan melibatkan sebelas kader sebagai co-researcher untuk mengidentifikasi masalah, merancang, dan melaksanakan aksi. Data dikumpulkan melalui diskusi kelompok terarah, kuesioner terbuka, dan wawancara, lalu dianalisis menggunakan reflexive thematic analysis. Hasil menunjukkan tiga tema utama: (1) hambatan psikologis dan struktural dalam partisipasi kader, (2) kebermaknaan aksi melalui transformasi peran kader, dan (3) kebutuhan akan mekanisme kerja partisipatif untuk memperkuat suara remaja. Penelitian ini menegaskan bahwa pelibatan aktif dan ruang partisipatif yang ramah remaja dapat memperkuat pemberdayaan kader dalam program kesehatan mental berbasis komunitas. Kata kunci: kader remaja kesehatan jiwa, participatory action research, pemberdayaan remaja

A key challenge in addressing adolescent mental health is bridging at-risk youth with appropriate services. Kader Remaja Kesehatan Jiwa (KAREJA) program in Gondomanan is the first youth mental health cadre initiative in Yogyakarta, aiming to bring mental health support closer to adolescents. However, preliminary studies indicate that KAREJA requires further development and increased collaborative youth participation to ensure the program's sustainability. This study aims to address issues related to adolescent cadre empowerment, with a focus on enhancing active participation among members. A participatory action research (PAR) approach was employed, involving eleven youth cadres as co-researchers in identifying problems, designing, and implementing actions. Data were collected through focus group discussions, open-ended questionnaires, and interviews, and analyzed using reflexive thematic analysis. The findings revealed three main themes: (1) psychological and structural barriers to cadre participation, (2) the meaningfulness of action through role transformation, and (3) the need for a participatory working mechanism to amplify youth voices. This study highlights that active engagement and youth-friendly participatory spaces can strengthen the empowerment of adolescent cadres in community-based mental health programs.

Kata Kunci : Kader remaja kesehatan jiwa, participatory action research, pemberdayaan remaja

  1. S2-2025-501249-abstract.pdf  
  2. S2-2025-501249-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-501249-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-501249-title.pdf