Laporkan Masalah

Analisis Manfaat Implementasi Clinical Pathway Sectio Cesarea Terhadap Tagihan Medis (Medical Bill) Di Rumah Sakit Ibu Dan Anak Cempaka Az-Zahra Kota Banda Aceh

Taufik Wahyudi Mahady, Prof. Dr. Dra. Erna Kristin, M.Si., Apt

2025 | Tesis | MAGISTER KEBIJAKAN DAN MANAJEMEN KESEHATAN

Latar belakang: Tindakan Sectio Caesarea (SC) terus mengalami peningkatan secara global. Di Indonesia, angka SC telah melebihi ambang batas ideal WHO (10–15%) dan mencapai lebih dari 20% di beberapa wilayah. Di Rumah Sakit Ibu dan Anak Cempaka Az-Zahra Banda Aceh, jumlah pasien SC pada tahun 2022 dan 2023 masing-masing tercatat sebanyak 263 orang. Implementasi Clinical Pathway (CP) diyakini mampu menurunkan variasi pelayanan, memperpendek lama rawat inap, serta mengendalikan biaya perawatan medis. Tujuan: Penelitian ini menganalisis apakah efektivitas implementasi Clinical Pathway pada pasien yang menjalani operasi caesar di RSIA Cempaka Az-Zahra Banda Aceh menurunkan Length of Stay (LOS), biaya tagihan medis, dan meningkatkan kepatuhan terhadap standar prosedur klinis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan kuantitatif, menganalisis data sekunder dari rekam medis tahun 2022–2023. Parameter yang dianalisis mencakup kepatuhan terhadap CP, Length of Stay (LOS), variasi pelayanan, serta total tagihan medis. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kepatuhan terhadap CP mencapai 92,4% (n = 243) pada tahun 2023. Meskipun variasi pelayanan masih ditemukan, perbedaannya tidak signifikan secara statistik (p = 0,999). Rata-rata LOS pada tahun 2022 adalah 2,73 hari dan menurun menjadi 2,69 hari pada tahun 2023 (p = 0,317). Rata-rata tagihan medis tahun 2022 adalah Rp9.906.681, meningkat menjadi Rp10.160.713 pada tahun 2023, dan secara statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan (p < 0,001). Namun, pada kelompok pasien yang patuh terhadap CP, rerata biaya lebih rendah dibanding kelompok tidak patuh, Selain itu, komponen biaya kamar operasi mendominasi total tagihan medis, yaitu 45,2% di tahun 2022 dan 47,2% di tahun 2023. Sementara itu, biaya obat-obatan menurun dari 11,9% menjadi 7,8%. Kesimpulan: Penerapan Clinical Pathway pada tindakan Sectio Caesarea di RSIA Cempaka Az-Zahra dapat meningkatkan efisiensi biaya dan konsistensi layanan, meskipun belum seluruh indikator menunjukkan perubahan signifikan. Temuan ini mendukung pentingnya optimalisasi pelaksanaan CP dalam upaya meningkatkan mutu dan kendali biaya pelayanan rumah sakit.

Background: The rate of cesarean section (CS) continues to increase globally. In Indonesia, the CS rate has exceeded the WHO ideal threshold (10–15%) and reached more than 20% in some regions. At the Cempaka Az-Zahra Mother and Child Hospital in Banda Aceh, the number of CS patients in 2022 and 2023 was recorded at 263 people. The implementation of Clinical Pathways (CP) is believed to be able to reduce service variations, shorten the length of stay, and control medical care costs. Objective: This study analyzes whether the effectiveness of Clinical Pathway implementation in patients undergoing cesarean section at Cempaka Az-Zahra Mother and Child Hospital in Banda Aceh reduces Length of Stay (LOS), medical billing costs, and improves compliance with clinical procedure standards. Methods: This study used a cross-sectional design with a quantitative approach, analyzing secondary data from medical records from 2022–2023. The parameters analyzed included compliance with CP, Length of Stay (LOS), service variation, and total medical bills. Results: The results showed that the level of compliance with CP reached 92.4% (n = 243) in 2023. Although service variation was still found, the difference was not statistically significant (p = 0.999). The average LOS in 2022 was 2.73 days and decreased to 2.69 days in 2023 (p = 0.317). The average medical bill in 2022 was IDR 9,906,681, increasing to IDR 10,160,713 in 2023, and statistically showed a significant difference (p &lt; 0.001). However, in the
group of patients who complied with the CP, the average cost was lower than in the non- compliant group. In addition, the operating room cost component dominated the total medical bill, accounting for 45.2% in 2022 and 47.2% in 2023. Meanwhile, medication costs decreased from 11.9% to 7.8%. Conclusion: The implementation of the Clinical Pathway for Cesarean section procedures at RSIA Cempaka Az-Zahra can improve cost efficiency and service consistency, although not all indicators show significant changes. These findings support the importance of optimizing CP implementation in efforts to improve the quality and cost control of hospital services.

Kata Kunci : Clinical Pathway, Sectio Caesarea, biaya medis, length of stay, variasi layanan

  1. S2-2025-515336-abstract.pdf  
  2. S2-2025-515336-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-515336-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-515336-title.pdf