Pengembangan Model Optimasi Pemotongan Baja Tulangan Menggunakan Integrasi Building Information Modeling (BIM) dan Genetic Algorithm (GA) dengan Pertimbangan Special Length Rebar (Studi Kasus: Penggantian Jembatan Air Sei Baru I - Belitung)
Herdian Pratama, Ir. Akhmad Aminullah, S.T., M.T., Ph.D., IPU.; Ir. Tantri Nastiti Handayani, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM.
2025 | Tesis | S2 Teknik Sipil
Proses konstruksi pada proyek jembatan beton bertulang seringkali
menghasilkan waste tulangan baja (rebar) akibat pola pemotongan tulangan
yang tidak optimal. Di Indonesia, tingkat waste tulangan pada proyek
jembatan dapat mencapai 10-15% akibat inefisiensi dalam desain, fabrikasi, dan
manajemen material. Kondisi ini tidak hanya meningkatkan biaya konstruksi,
tetapi juga berdampak terhadap emisi karbon yang dihasilkan. Oleh karena itu, diperlukan
pendekatan inovatif untuk meminimalkan waste tulangan secara efektif.
Penelitian ini bertujuan untuk mengurangi waste tulangan
baja dengan mengoptimalkan pola pemotongan melalui integrasi Building
Information Modeling (BIM) dan Genetic Algorithm (GA) menggunakan plug-in Dynamo
for Revit. Studi kasus dilakukan pada proyek Penggantian Jembatan Air
Sei Baru I di Belitung. Data diperoleh melalui observasi lapangan dan dokumen Detail
Engineering Design (DED), yang kemudian dimodelkan secara detail
menggunakan software Autodesk Revit.
Metode yang digunakan meliputi: (1) Pengembangan model BIM
struktur jembatan; (2) Ekstraksi data tulangan menggunakan visual
programming Dynamo; (3) Implementasi GA dengan bahasa pemrograman CPython3
untuk menentukan pola pemotongan optimal; dan (4) Validasi hasil melalui
analisis perbandingan terhadap pola pemotongan eksisting. GA dijalankan melalui
tujuh tahapan: inisialisasi data, pembentukan populasi acak, evaluasi fungsi fitness,
seleksi, crossover dan mutasi, serta pemilihan solusi terbaik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi BIM dan GA
menghasilkan sistem BIM Exceution Plan (BEP) yang efisien, dengan waktu
komputasi selama ±1,6 jam untuk population size 50 dan 100 generasi.
Sistem ini berhasil mengurangi persentase waste dari 8,22% menjadi 3,01%
(penurunan sebesar 63,34%) dengan memanfaatkan kombinasi batang tulangan
standar dan special length, serta memaksimalkan pemanfaatan off-cuts.
Secara finansial, pendekatan ini mampu menghemat biaya material sebesar Rp13.893.879,-
(penurunan sebesar 13,01%) dan mengurangi emisi CO? hingga 10 ton (penurunan
sebesar 63,35%).
Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi teknologi
digital melalui BIM dan algoritma metaheuristik seperti GA merupakan pendekatan
multidisipliner yang efektif dalam mewujudkan konstruksi berkelanjutan. Sistem
yang dikembangkan mampu merespons perubahan desain secara cepat dan memberikan
solusi efisien dalam perencanaan pemotongan tulangan baja, sehingga mendukung
praktik konstruksi yang lebih hemat sumber daya dan ramah lingkungan.
Reinforced
concrete bridge construction projects frequently generate significant rebar
waste due to suboptimal cutting patterns. In Indonesia, rebar waste in bridge
projects can reach 10-15% as a result of inefficiencies in design, fabrication,
and material management. This not only increases construction costs but also
contributes to elevated carbon emissions. Therefore, an innovative and
integrated approach is required to minimize rebar waste effectively.
This study
aims to reduce rebar waste by optimizing cutting patterns through the
integration of Building Information Modeling (BIM) and Genetic Algorithm (GA),
utilizing the Dynamo for Revit plug-in. A case study was conducted on the Air
Sei Baru I Bridge Replacement Project in Belitung. Data were collected from
field observations and Detail Engineering Design (DED) documents, which were
then modeled in detail using Autodesk Revit.
The
methodology consists of: (1) Developing a detailed BIM model of the bridge
structure; (2) Extracting rebar data using Dynamo visual programming; (3)
Implementing GA via CPython3 scripting to generate optimized cutting patterns;
and (4) Validating the results by comparing them with existing cutting
strategies. The GA procedure follows seven key stages: data initialization,
random population generation, fitness function evaluation, selection, crossover
and mutation operations, and final solution extraction.
The findings
indicate that the integration of BIM and GA produces an efficient BIM Execution
Plan (BEP), with a computation time of approximately 1.6 hours for a population
size of 50 and 100 generations. The system successfully reduced rebar waste
from 8.22% to 3.01% (a 63.34% reduction) by utilizing a combination of standard
and special length bars, and optimizing the use of off-cuts. Financially, the
approach resulted in material cost savings of approximately IDR 13,893,879 (a
13.01% reduction) and a reduction in CO? emissions of up to 10 tons (a 63.35%
reduction).
This study
concludes that integrating digital technologies such as BIM with metaheuristic
algorithms like GA provides an effective multidisciplinary approach toward
sustainable construction. The proposed system offers rapid response to design
changes and delivers efficient rebar cutting plans, supporting more
resource-efficient and environmentally responsible construction practices.
Kata Kunci : BIM, GA, Dynamo, pola pemotongan tulangan, special length rebar