Addressing HIV/ AIDS Stigma in Primary Healthcare: A Secondary Data Analysis of Center of Health Behavior and Promotion (CHBP) Study on Healthcare Professionals' Inclusive Behavior in Delivering HIV Services in Yogyakarta City and Cilacap Regency
Almaasita Yumna Hajar, Prof. Dr. dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA.; dr. Ahmad Watsiq Maula, MPH
2025 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Latar Belakang: Stigma dan diskriminasi
terkait HIV menciptakan hambatan besar dalam penanganan infeksi HIV secara
efektif dan penyediaan layanan kesehatan berkualitas. Stigma ini dapat muncul
di lingkungan layanan kesehatan, menyebabkan ketakutan tertular HIV di tempat kerja,
kurangnya pengetahuan di kalangan tenaga kesehatan yang tidak terlatih, dan
persepsi bahwa HIV dikaitkan dengan perilaku yang tidak etis. Sangat penting
untuk memastikan layanan kesehatan bersifat inklusif, efektif, adil, dan
terjangkau sehingga semua individu dapat mengakses layanan yang mereka butuhkan. Tujuan: Studi ini bertujuan untuk memahami dan mengidentifikasi kesenjangan
dalam pandangan tenaga kesehatan mengenai stigma yang dihadapi oleh orang
dengan HIV/AIDS serta mengevaluasi kesiapan mereka dalam mengakses layanan HIV
yang inklusif di fasilitas layanan kesehatan primer. Metode: Digunakan desain potong lintang dengan data sekunder dari studi Center
of Health and Behavior Promotion (CHBP) tahun 2020. Studi ini melibatkan 138
tenaga kesehatan dari Puskesmas di Kota Yogyakarta dan Kabupaten Cilacap. Dua
variabel hasil utama, persepsi inklusivitas dalam pengendalian infeksi dan
lingkungan layanan kesehatan, dianalisis menggunakan regresi logistik bivariat
dan multivariat. Hasil: Sebagian besar responden
(92.0%) mempersepsikan lingkungan Puskesmas mereka sebagai inklusif, sementara
62.3% melaporkan praktik pengendalian infeksi yang inklusif. Analisis
multivariat menunjukkan bahwa hanya keterlibatan langsung dalam penyediaan
layanan HIV yang secara signifikan terkait dengan perilaku inklusif dalam
pengendalian infeksi (OR = 6.30; 95% CI: 2.21–17.86; p < 0>Kesimpulan: Keterlibatan langsung dalam layanan
HIV adalah penentu utama perilaku inklusif dalam pengendalian infeksi. Oleh
karena itu, intervensi seharusnya memprioritaskan keterlibatan langsung dalam
perawatan HIV untuk mengurangi stigma dan meningkatkan inklusivitas di
fasilitas layanan kesehatan primer.
Background: Stigma and discrimination in HIV create major barriers to effectively addressing HIV infection and delivering quality healthcare services. These stigmas can surface in healthcare settings, leading to fears of contracting HIV in the workplace, a lack of knowledge among untrained health professionals, and the perception that HIV is associated with unethical behavior. It is vital to ensure that healthcare is inclusive, effective, equitable, and affordable so that all individuals can access the necessary services they require. Objectives: The study aimed to understand and identify the gaps in healthcare professionals' perspectives on the stigma faced by people living with HIV/AIDS and to evaluate their readiness to access inclusive HIV care services in primary healthcare settings. Method: A cross-sectional design was employed using secondary data from the 2020 Center of Health and Behavior Promotion (CHBP) study. The study involved 138 healthcare workers from PHCs in Yogyakarta City and Cilacap Regency. Two key outcome variables, perceived inclusivity in infection control and the healthcare environment, were analyzed using bivariable and multivariate logistic regression. Results: Most respondents perceived their PHC environment as inclusive (92.0%), while 62.3% reported inclusive infection control practices. Multivariate analysis revealed that only involvement in HIV service delivery was significantly associated with inclusive behavior in infection control (OR = 6.30; 95% CI: 2.21–17.86; p < 0>Conclusion: Direct involvement in HIV services is a key determinant of inclusive behavior in infection control. Interventions should prioritize hands-on engagement with HIV care to reduce stigma and promote inclusivity in primary healthcare settings.
Kata Kunci : HIV, HIV Stigma, Healthcare Workers, Primary Healthcare Centers, Inclusive Healthcare