Laporkan Masalah

Pola Perubahan Tata Ruang Rumah Tinggal Menjadi Homestay di Kampung Ngaran II Borobudur, Magelang

Shafa Amalia Sukowati, Dr. Ir. Dwita Hadi Rahmi, M. A.

2025 | Tesis | S2 Teknik Arsitektur

Perkembangan pariwisata di kawasan Borobudur menciptakan berbagai peluang ekonomi, salah satunya melalui penyediaan homestay. Di Kampung Ngaran II, perintis homestay di Borobudur, masyarakat mengubah tata ruang rumah tinggal menjadi homestay. Perubahan ini menambah fungsi rumah yang semula hanya sebagai hunian pribadi, kini juga menjadi fungsi komersial. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi perubahan tata ruang dari aspek tapak, orientasi, zonasi ruang, program ruang, pola ruang, dan sirkulasi, serta mengetahui pola perubahan tata ruang yang terjadi. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan menemukan faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling dengan kriteria homestay yang disewakan merupakan bangunan yang sama dengan tempat tinggal pemilik. Berdasarkan 12 objek sampel, ditemukan bahwa perubahan tata ruang beragam karena tergantung pada kondisi fisik masing-masing bangunan. Pola perubahan tata ruang rumah tinggal menjadi homestay terjadi pada zonasi ruang, program ruang, dan sirkulasi. Ketiga aspek tersebut menunjukkan pola yang berulang. Faktor yang mempengaruhi terjadinya pola perubahan tata ruang rumah tinggal menjadi homestay yaitu faktor ekonomi. Pemilik rumah cenderung melakukan penyesuaian ruang secara minimal. Ini merupakan strategi untuk menekan biaya perubahan dengan tetap memperoleh pendapatan tamabahan dari sektor pariwisata. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memahami pola perubahan tata ruang rumah tinggal menjadi homestay di kawasan Borobudur.

The development of tourism in the Borobudur area has encouraged residents of Kampung Ngaran II to modify the spatial layout of their residential houses into homestays. This change has expanded the function of the house, which was originally intended solely for private living, to include a commercial purpose. This study aims to identify layout change in terms of site layout, orientation, space zoning, room programs, spatial patterns, and circulation, as well as the underlying factors influencing these changes. Additionally, the study discusses the adaptation strategies employed by homeowners during the transformation process. A qualitative descriptive method was used, with purposive sampling as the sampling technique. Based on 12 case samples, it was found that the spatial changes vary depending on both physical and non-physical conditions. However, most houses maintain their original structural form. The pattern of layout change of residential houses to homestays occurs in spatial zoning, spatial programs, and circulation. These three aspects shpw a repetitive pattern. The factor influencing the pattern of change in the spatial layout of residential houses into homestays is economic factors. Homeowners tend to make minimal adjustments to the space. This is a strategy to reduce the cost of change while still obtaining additional income from the tourism sector. This study contributes to understanding the pattern of layout change of residential houses to homestays in the Borobudur area.

Kata Kunci : pola, perubahan tata ruang, rumah tinggal, homestay, pariwisata Borobudur

  1. S2-2025-514445-abstract.pdf  
  2. S2-2025-514445-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-514445-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-514445-title.pdf