Laporkan Masalah

Kesiapsiagaan Masyarakat Terhadap Bencana dalam Pengelolaan Pariwisata di Sarangan, Magetan

Alma Putri Huwaida, Ir. Deva Fosterharoldas Swasto, S.T., M.Sc., Ph.D.,

2025 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Sebagai salah satu area wisata yang paling banyak dikunjungi di Jawa Timur, kesiapsiagaan di kalangan pelaku pariwisata lokal di Telaga Sarangan sangat mendesak untuk dieksplorasi, guna memastikan keberlanjutan dan ketahanan ekonomi pariwisata dalam menghadapi potensi bencana lingkungan. Penelitian induktif ini bertujuan menjelaskan sistem kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana dalam pengelolaan pariwisata di Sarangan, Magetan, yang merupakan destinasi ekonomi vital namun rentan terhadap bencana alam dan non-alam. Meskipun risiko bencana tinggi, kesadaran akan kebencanaan masyarakat cenderung rendah, sementara sistem formal belum berfungsi optimal. Melalui wawancara mendalam dan observasi, ditemukan bahwa kesiapsiagaan di Sarangan dicirikan oleh respons komunal yang spontan, didorong oleh koordinasi informal, modal sosial, dan keyakinan lokal.

Sebagai hasil sintesis, penelitian ini merumuskan teori lokal “Kesiapsiagaan Komunal-Spontan Berlandaskan Koordinasi Informal, Modal Sosial, dan Keyakinan Lokal”. Teori ini menjelaskan bagaimana sebuah komunitas, bahkan dengan minimnya dukungan sistem formal, mampu memenuhi fungsi-fungsi penting dari indikator kesiapsiagaan universal. Mekanisme ini bekerja melalui koordinasi informal yang cepat, dimodali oleh modal sosial yang kuat, serta dibingkai oleh keyakinan lokal dan motif ketahanan ekonomi. Dengan demikian, temuan ini tidak hanya menyoroti dinamika bottom-up dalam manajemen risiko, tetapi juga menawarkan sebuah kerangka kerja alternatif yang fungsional, sekaligus mengungkap adanya ketidakterhubungan antara kekuatan komunal yang nyata dengan sistem kebencanaan formal yang ada.

As one of the most visited tourist areas in East Java, preparedness among local tourism stakeholders in Telaga Sarangan urgently needs to be explored to ensure the sustainability and resilience of the tourism economy in the face of potential environmental disasters. This inductive study aims to explain the community's preparedness system for disasters in tourism management in Sarangan, Magetan, which is a vital economic destination but vulnerable to natural and non-natural disasters. Despite high disaster risks, community awareness of disasters tends to be low, while formal systems have not functioned optimally. Through in-depth interviews and observations, it was found that preparedness in Sarangan is characterized by spontaneous communal responses, driven by local economic interests, and influenced by cultural and spiritual beliefs.

As a result, this study formulates a local theory of “Spontaneous Communal Preparedness Based on Informal Coordination, Social Capital, and Local Beliefs.” This theory explains how a community, even with minimal formal support, is able to fulfill the important functions of universal preparedness indicators. This mechanism operates through rapid informal coordination, supported by strong social capital, and framed by local beliefs and economic resilience motives. Thus, these findings not only highlight the bottom-up dynamics in risk management but also offer a functional alternative framework, while revealing the disconnect between the actual communal strength and the existing formal disaster management system.

Kata Kunci : Kesiapsiagaan Komunal-Spontan, Modal Sosial, Koordinasi Informal, Ketahanan Ekonomi Lokal, Pariwisata Telaga Sarangan.

  1. S2-2025-530393-abstract.pdf  
  2. S2-2025-530393-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-530393-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-530393-title.pdf