Laporkan Masalah

Dehistorisasi, Dekulturisasi, Dekolektivisasi, dan Degradasi Kawasan Danau Lut Tawar oleh Kekuatan Eksploitatif Komersial

Aini Zulfa, Prof. Ir. Sudaryono, M.Eng., Ph.D., IPU

2025 | Tesis | S2 Magist.Prnc.Kota & Daerah

Danau Lut Tawar adalah sumber daya alam yang sangat penting karena mendukung kehidupan masyarakat Kabupaten Aceh Tengah, baik dari sisi lingkungan, mata pencaharian, maupun tradisi sosial dan budaya. Penemuan bukti arkeologis (manusia purba) yang berada di dekat danau menunjukkan bahwa perkembangan peradaban telah terjadi sejak dahulu dan berlanjut hingga sekarang. Namun, dalam beberapa dekade terakhir, tekanan pembangunan yang didorong oleh modernisasi dan komersialisasi pariwisata telah mengubah fungsi dan makna ruang kawasan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan memahami makna ruang Danau Lut Tawar dari perspektif masyarakat lokal Desa Mendale yang tinggal di sekitar danau. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode induktif fenomenologi, data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara mendalam dengan berbagai narasumber. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga belas tema empiris yang kemudian dikonseptualisasikan ke dalam empat konsep utama, yaitu: (1) Makna Historis-Kultural Kawasan, (2) Danau sebagai Sumber Penghidupan, (3) Ancaman Perubahan Ekosistem, dan (4) Konflik Tata Kelola Kawasan Danau. Analisis interpretatif terhadap interaksi dinamis antar keempat konsep ini menghasilkan sebuah teori lokal yang menjadi temuan utama penelitian ini. Teori tersebut merumuskan bahwa makna ruang Danau Lut Tawar sedang mengalami proses "Dehistorisasi, Dekulturisasi, Dekolektivisasi, dan Degradasi Kawasan Danau Lut Tawar oleh Kekuatan Eksploitatif Komersial". Proses ini mengikis fondasi historis, meluruhkan praktik budaya, memecah belah rasa kepemilikan kolektif, dan menurunkan kualitas lingkungan demi kepentingan ekonomi jangka pendek. Proses destruktif ini dapat terjadi secara masif akibat lemahnya tata pengelolaan yang tidak mampu menyelesaikan konflik dan melindungi sumber daya sosial dan lingkungan yang dimiliki bersama.

Lake Lut Tawar is a very important natural resource because it supports the lives of the people of Central Aceh Regency, both in terms of the environment, livelihoods, and social and cultural traditions. The discovery of archaeological evidence (ancient humans) near the lake indicates that civilizational development has been ongoing since ancient times and continues to this day. However, in recent decades, development pressures driven by modernization and the commercialization of tourism have altered the function and meaning of the lake’s surrounding area. This study aims to uncover and understand the meaning of the Lut Tawar Lake area from the perspective of the local community of Mendale Village, which resides around the lake. Using a qualitative approach with an inductive-phenomenological method, data was collected through observation and in-depth interviews with various informants. The research identified thirteen empirical themes, which were then conceptualized into four main concepts: (1) Historical-Cultural Significance of the Area, (2) The Lake as a Source of Livelihood, (3) Threats to the Ecosystem, and (4) Conflicts in Lake Area Management. An interpretive analysis of the dynamic interactions between these four concepts resulted in a local theory that became the main finding of this research. The theory states that the meaning of the Lut Tawar Lake area is undergoing a process of “Dehistoricization, Deculturization, Decollectivization, and Degradation of the Lut Tawar Lake Area by Commercial Exploitative Forces.” This process erodes historical foundations, dissolves cultural practices, fractures collective ownership, and degrades environmental quality for short-term economic gains. This destructive process can occur on a massive scale due to weak governance that fails to resolve conflicts and protect shared social and environmental resources.

Kata Kunci : Makna Ruang, Danau Lut Tawar, Dehistorisasi, Dekulturisasi, Dekolektivisasi, Degradasi

  1. S2-2025-529765-abstract.pdf  
  2. S2-2025-529765-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-529765-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-529765-title.pdf