Perkembangan tanah dan bentuk lahan di daerah lahan rendah (lowland) antara K. Bogowonto dan K. Cakrayasan kabupaten Purworejo Jawa Tengah
Agus Santoso Budiharso, Drs. Jamulya, M.S.
1990 | Skripsi | S1 GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGANDaerah penelitian merupakan daerah lahan bawah (lowland) yang terletak di antara Kali Bogowonto dan Kali Cakrayasan, dan termasuk dalam wilayah Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. Satuan bentuklahan yang ada di daerah penelitian ada 10, yaitu beting pantai muda, beting pantai dewasa, tasik, beting pantai tua, dataran aluvial bekas laguna, dataran aluvial, kompleks tanggul alami dan bekas sungai, bekas alur sungai, interfluv dan kompleks bekas tanggul alami dan bekas sungai. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari morfologi bentanglahan dan mengetahui perkembangan tanah serta mengetahui macam tanah yang tersebar pada masing-masing satuan bentuklahan yang ada pada daerah penelitian. Untuk mencapai tujuan ini dilakukan interpretasi peta topografi, foto udara dan peta fisiografi; kerja lapangan yang meliputi pengeboran tanah dan pembuatan profil tanah serta pengambilan contoh tanah dan contoh air; kerja laboratorium untuk menganalisis sifat-sifat fisika, kimia tanah dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agihan variabel sifat makromorfologi profil tanah, sifat fisika dan kimia tanah pada bentuklahan asal marin ke arah lahan bering menjauhi garis pantai mempunyai corak tertentu, sedangkan pada bentuklahan asal fluvial sifat fisika dan kimia tidak mempunyai corak (trend) tertentu, hanya sifat makromorfologi profil tanahnya yang memperlihatkan adanya diferensiasi tipe. Melalui analisa kualitas air, dapat diketahui tipe kimia air di daerah penelitian. Tipe kimia air di daerah penelitian yang mendominasi adalah kalsium bikarbonat. Berdasarkan analisa sifat kimia contoh tanah ternyata kadar ion Ca kandungannya paling besar dan ini sangat gayut dengan keadaan tipe kimia airtanahnya. Melalui analisa indeks profil tanah, yang terdiri atas: indeks warna, tekstur, struktur dan konsistensi, indeks kadar air, kadar pasir, kadar debu, kadar lempung, BC, BG, BL, IP dan NPD data yang bersifat kualitatif dan dikualitatifkan sehingga dapat digunakan untuk menilai tingkat perkembangan profil tanah. Perkembangan profil tanah di daerah penelitian menghasilkan beberapa macam tanah. Macam tanah Regosol eutrik terdapat pada satuan bentanglahan beting pantai muda dan beting pantai dewasa, Gleisol eutrik berkembang pada tasik (swale) dan dataran aluvial bekas laguna, Kambisol eutrik pada beting pantai tua, aluvial eutrik berkembang pada dataran aluvial, tasik alur sungai, interfluv dan kompleks tanggul alami & bekas sungai yang ada pada dataran aluvial, dan Latosol agrilik terdapat pada kompleks tanggul alami dan bekas sungai dan pada kompleks bekas tanggul alami dan bekas sungai.
-
Kata Kunci : Bentuklahan,Perkembangan Tanah, Daerah lahan rendah,Purworejo,Jawa Tengah