Laporkan Masalah

Analisis Hubungan Kesehatan Lingkungan dengan Status Gizi Balita di Indonesia

Erisca Feroza, Tony Arjuna, M.Nut.Diet., Ph.D., AN., APD ; 3. Dr. Daniel, M.Sc

2025 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar Belakang: Masalah gizi buruk pada balita tetap menjadi isu kesehatan masyarakat yang mendesak di Indonesia. Lingkungan rumah tangga memiliki peran krusial dalam menentukan status gizi anak. 

Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara variabel komposit lingkungan rumah tangga dengan status gizi balita. 

Metode: Data sekunder yang digunakan berasal dari Survei Kesehatan Indonesia (SKI) tahun 2023, dengan sampel mencakup 84.950 balita dalam rumah tangga yang memenuhi kriteria inklusi. Variabel lingkungan di konstruksi berdasarkan lima pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM), yaitu: fasilitas buang air besar (BAB), fasilitas cuci tangan pakai sabun (CTPS), pengelolaan air minum, pengelolaan sampah rumah tangga, dan sarana pembuangan limbah cair. Kelima variabel ini diolah menjadi indeks komposit lingkungan menggunakan analisis Principal Component Analysis (PCA) dan selanjutnya diuji dengan regresi logistik multivariat untuk mengetahui pengaruhnya terhadap status gizi balita.

Hasil: Hasil PCA menunjukkan nilai KMO sebesar 0,645 dan total varians yang dijelaskan oleh komponen pertama sebesar 30,6%. Skor indeks lingkungan STBM kemudian diuji terhadap status gizi balita menggunakan regresi logistik multivariat. Hasil menunjukkan bahwa skor indeks lingkungan berhubungan signifikan dengan status gizi balita (p < 0 xss=removed>

Kesimpulan: Temuan ini menggarisbawahi pentingnya intervensi lingkungan dalam upaya penanggulangan gizi buruk, sekaligus menegaskan bahwa penguatan pilar STBM melalui pendekatan multisektor merupakan strategi preventif yang efektif, terutama di wilayah dengan sanitasi dasar yang masih rendah.


Background: Undernutrition among children under five remains an urgent public health concern in Indonesia, with the household environment playing a critical role in determining child nutritional status.

Objective: This study aimed to analyze the association between a composite household environmental variable and the nutritional status of children under five.

Methods: This study utilized secondary data from the 2023 Indonesian Health Survey (SKI), comprising a sample of 84,950 under five children from households meeting the inclusion criteria. Environmental variables were constructed based on the five pillars of Community Based Total Sanitation (STBM): sanitation facilities, handwashing with soap facilities, drinking water management, household waste management, and liquid waste disposal facilities. These variables were combined into a composite environmental index using Principal Component Analysis (PCA) and subsequently analyzed through multivariable logistic regression to assess their association with under five nutritional status.

Results: PCA yielded a KMO value of 0.645, with the first component explaining 30.6% of the total variance. The STBM environmental index score was then tested against under five nutritional status using multivariable logistic regression, showing a significant association (p < 0 xss=removed>

Conclusion: These findings underscore the importance of environmental interventions in addressing undernutrition and highlight that strengthening the STBM pillars through a multisectoral approach is an effective preventive strategy, particularly in areas with inadequate basic sanitation.



Kata Kunci : Nutritional Status, Children Under Five, STBM, Environment

  1. S2-2025-513177-abstract.pdf  
  2. S2-2025-513177-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-513177-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-513177-title.pdf