Laporkan Masalah

PENGELOLAAN BUM KAM HEN TICAHI BERBASIS GENDER DI KAMPUNG HOLTEKAMP DISTRIK MUARA TAMI KOTA JAYAPURA

Fredrik Ludwik Jhon Wanimbo, Dr. Ir. Siti Andarwati, S.Pt., M.P., IPU. ASEAN Eng; Prof. Dr. Ir. Dina Ruslanjari. M.Si

2025 | Tesis | S2 Penyuluhan dan Komunikasi Pembangunan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan Badan Usaha Milik

Kampung (BUM Kam) Hen Ticahi di Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami,

Kota Jayapura, dengan pendekatan berbasis gender. Fokus utama penelitian adalah

peran laki-laki dan perempuan dalam aktivitas, kontrol atas sumberdaya, serta

pemanfaatan sumberdaya di dalam BUM Kam, serta mengidentifikasi aspek

pendorong dan penghambat keterlibatan perempuan. Menggunakan pendekatan

kualitatif studi kasus dan analisis gender model Harvard, pengumpulan data

dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi.

Penelitian ini mengungkapkan bahwa pengelolaan BUM Kam masih dipengaruhi

oleh budaya patriarki yang kuat, meskipun keterlibatan perempuan menunjukkan

peningkatan. BUM Kam Hen Ticahi merupakan satu-satunya BUM Kam di

wilayah tersebut yang dipimpin oleh perempuan dan termasuk dalam kategori

pengelolaan “baik”. Temuan menunjukkan adanya pembagian kerja berdasarkan

norma gender tradisional, di mana laki-laki lebih dominan dalam aktivitas teknis

dan publik, sementara perempuan lebih banyak terlibat dalam peran domestik dan

administratif. Dalam praktiknya, aktivitas pengurus BUM Kam Hen Ticahi

mencerminkan prinsip-prinsip pengelolaan BUM Desa sebagaimana diatur dalam

PP Nomor 11 Tahun 2021, yaitu profesional, terbuka dan bertanggung jawab,

partisipatif, mengutamakan sumberdaya lokal, dan berkelanjutan. Perempuan lebih

aktif dalam fungsi administratif, pelayanan masyarakat, pelaporan keuangan, serta

menjaga komunikasi dengan pemangku kepentingan kampung, sedangkan lakilaki mendominasi aktivitas operasional teknis dan lapangan. Meskipun terdapat

tantangan seperti keterbatasan akses terhadap sumberdaya dan beban kerja ganda,

terdapat pula pendorong berupa dukungan kebijakan kampung dan pengakuan

terhadap kontribusi perempuan dalam pembangunan. Hasil penelitian ini

diharapkan menjadi referensi dalam penguatan kebijakan pengelolaan BUM Kam

yang lebih inklusif dan berkelanjutan, terutama di wilayah-wilayah dengan

karakteristik budaya yang kuat seperti Papua.

This study aims to analyze the management of the Village-Owned Enterprise

(BUM Kam) Hen Ticahi in Holtekamp Village, Muara Tami District, Jayapura

City, using a gender-based approach. The primary focus of the research is the roles

of men and women in activities, control over resources, and the utilization of

resources within the BUM Kam, as well as identifying the enabling and inhibiting

factors affecting women's involvement. Employing a qualitative case study

approach and the Harvard Gender Analysis Framework, data collection was carried

out through observation, in-depth interviews, and document analysis. The study

reveals that the management of BUM Kam is still influenced by a strong patriarchal

culture, although women's involvement has shown improvement. BUM Kam Hen

Ticahi is the only BUM Kam in the region led by a woman and is categorized under

“good” management. Findings indicate a division of labor based on traditional

gender norms, where men tend to dominate technical and public activities, while

women are more engaged in domestic and administrative roles. In practice, the

activities of BUM Kam Hen Ticahi’s management reflect the principles of BUM

Desa governance as stipulated in Government Regulation No. 11 of 2021, namely

professionalism, transparency and accountability, participation, prioritization of

local resources, and sustainability. Women are more active in administrative

functions, community services, financial reporting, and maintaining

communication with village stakeholders, while men dominate technical and field

operations. Despite challenges such as limited access to resources and the burden

of double workloads, there are also enabling factors, including village policy

support and recognition of women’s contributions to development. The findings of

this study are expected to serve as a reference for strengthening more inclusive and

sustainable BUM Kam management policies, particularly in regions with strong

cultural characteristics such as Papua.

Kata Kunci : BUM Kam, analisis gender harvard, Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2021

  1. S2-2025-513105-abstract.pdf  
  2. S2-2025-513105-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-513105-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-513105-title.pdf