Pengalaman Hidup Ibu yang Pernah Mengalami Malaria selama Masa Kehamilan di Wilayah Kerja Puskesmas Sentani Kabupaten Jayapura
Fiyanisa Aziza Kharismawati, Widyawati, S.Kp., M.Kes., Ph.D; Elsi Dwi Hapsari, S.Kp., M.S., D.S.
2025 | Tesis | S2 Magister Keperawatan
Latar Belakang: Malaria selama kehamilan dapat menimbulkan dampak serius baik bagi ibu maupun janin. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan dalam penanganannya, kasus malaria pada ibu hamil masih tinggi, khususnya di wilayah endemis seperti Kabupaten Jayapura. Perilaku, persepsi, dan hambatan dalam pengobatan menjadi aspek penting dalam pengalaman hidup ibu yang mengalami malaria selama masa kehamilan.
Tujuan: Mengeksplorasi pengalaman hidup ibu yang pernah mengalami malaria selama masa kehamilan di wilayah kerja Puskesmas Sentani Kabupaten Jayapura.
Metode: Penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi ini melibatkan 12 partisipan yang terdiri dari 6 ibu yang pernah mengalami malaria dan triangulasi dilakukan pada 6 anggota keluarga ibu, yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam selama bulan November hingga Desember 2024 di wilayah kerja Puskesmas Sentani Kabupaten Jayapura. Analisis data menggunakan metode Colaizzi yang mencakup tujuh tahapan.
Hasil: Hasil analisis menemukan empat tema utama, yaitu: (1) ada gejala khas dan komplikasi akibat malaria yang berdampak buruk bagi ibu dan bayi; (2) perilaku dalam menangani malaria berkaitan dengan pemahaman ibu dan keluarga; (3) pemanfaatan obat tradisional untuk mengatasi gejala malaria di masyarakat Papua dan (4) terdapat faktor pendukung dan juga penghambat dalam pengobatan malaria.
Simpulan: Pengalaman ibu menunjukkan pemahaman dan perilaku yang beragam dalam pencegahan serta pengobatan malaria, dengan pengaruh dari berbagai faktor. Temuan ini menekankan pentingnya pendekatan holistik dalam intervensi malaria pada ibu hamil yang tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga sosial dan budaya.
Background: Malaria during pregnancy can lead to severe complications for both mothers and infants. Despite various efforts to control malaria, the incidence remains high among pregnant women, especially in endemic areas like Jayapura Regency. Behavior, perception, and barriers to treatment are critical aspects of maternal experiences with malaria during pregnancy.
Objective: To explore the lived experiences of mothers who have suffered from malaria during pregnancy in the working area of Sentani Health Center, Jayapura Regency.
Methods: This qualitative study used a phenomenological approach and involved 12 participants, including 6 mothers who had experienced malaria and triangulations was carried out on 6 of mother’s family members, selected through purposive sampling. Data collection was conducted from November to December 2024 through in-depth interviews in working area of Sentani Public Health Center, Jayapura Regency. Data were analyzed using Colaizzi’s method.
Results: Four main themes emerged from the analysis: (1) the presence of specific symptoms and complications of malaria that adversely affect both mother and babies; (2) behaviors in managing malaria are related to the understanding of mothers and families; (3) use of traditional medicine to treat malaria symptoms in Papuan community and (4) there are both supporting and inhibiting factors in malaria treatment.
Conclusion: Mothers’ experiences reflect varied understandings and behaviors in malaria prevention and treatment, shaped by multiple factors. Findings highlight the need for a holistic approach addressing medical, social, and cultural dimensions.
Kata Kunci : malaria, ibu hamil, pengalaman hidup, fenomenologi, pengobatan malaria