Laporkan Masalah

MORFOLOGI DESA SESUA KABUPATEN MALINAU TAHUN 1932 - 2024

Sri Rahayu Ningsih, Ir. Ikaputra, M.Eng., Ph.D

2025 | Tesis | MAGISTER RANCANG KOTA

Identitas kota merupakan representasi keunikan suatu kawasan yang mencerminkan karakter dan ciri khasnya, baik melalui elemen fisik seperti arsitektur dan tata ruang, maupun elemen non-fisik seperti budaya, sejarah, dan nilai sosial. Identitas ini tidak hanya menjadi pembeda antara satu kawasan dengan kawasan lainnya, tetapi juga membangun keterikatan dan kebanggaan masyarakat terhadap tempat tinggal mereka. Penelitian ini mengkaji morfologi permukiman Desa Sesua di Kalimantan Utara sebagai kawasan tradisional yang memiliki pola linier khas. Pola ini terbentuk dari perpaduan antara faktor geografis dan nilai-nilai budaya masyarakat Dayak Bulusu. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis proses terbentuknya pola linier serta faktor-faktor yang memengaruhi transformasi permukiman dari Rumah Panjang ke pola linier. Metode yang digunakan adalah pendekatan diakronik-sinkronik untuk mengamati dinamika perubahan ruang dan kondisi kawasan pada masa tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola linier Desa Sesua berkembang mengikuti perubahan sosial dan ekonomi, namun tetap mempertahankan nilai-nilai budaya lokal. Temuan ini menunjukkan pentingnya pemahaman terhadap morfologi desa sebagai dasar dalam merancang strategi pelestarian dan pengembangan yang berorientasi pada identitas lokal.

Kata kunci: Identitas kota, Morfologi, Rumah Panjang, Dayak Bulusu, Desa Sesua

Urban identity represents the uniqueness of a place, reflecting its distinct character and features through both physical elements—such as architecture and spatial layout—and non-physical elements, including culture, history, and social values. This identity not only differentiates one area from another but also fosters a sense of attachment and pride among its inhabitants. This study examines the settlement morphology of Sesua Village in North Kalimantan, a traditional area characterized by a unique linear pattern. This pattern results from the interplay between geographical connectivity and the cultural values of the Dayak Bulusu community. The objective of this research is to analyze the formation of the linear pattern and identify the factors influencing the transformation from longhouse settlements to a linear layout. The study employs a diachronic-synchronic approach to observe spatial changes over time and assess the area's condition at a specific point in time. The findings reveal that the linear pattern of Sesua Village has evolved alongside socio-economic changes while preserving the cultural values that shape its identity. These insights highlight the importance of understanding village morphology as a foundation for planning preservation and development strategies that respect and reinforce local identity.

Keywords: urban identity, morphology, longhouse, Dayak Bulusu, Sesua Village

Kata Kunci : Kata kunci: Identitas kota, Morfologi, Rumah Panjang, Dayak Bulusu, Desa Sesua

  1. S2-2025-509108-abstract.pdf  
  2. S2-2025-509108-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-509108-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-509108-title.pdf