INTERNATIONAL STRATEGY IN JAPAN GEOTHERMAL MARKET: A CASE STUDY AT PERTAMINA GEOTHERMAL ENERGY
Muhammad Azka Athallah, Prof. Amin Wibowo, S.E., M.B.A., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Manajemen
Studi ini mengeksplorasi kelayakan dan kesesuaian strategis bagi Pertamina Geothermal Energy (PGE) untuk memasuki pasar panas bumi Jepang. Jepang memiliki cadangan panas bumi terbesar ketiga di dunia, namun pemanfaatannya masih terbatas karena tantangan regulasi, isu penerimaan sosial, dan keterbatasan infrastruktur. Seiring dengan upaya PGE untuk melakukan ekspansi internasional guna mengurangi ketergantungan pendapatan pada Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Indonesia, penelitian ini mengevaluasi lingkungan eksternal Jepang, dinamika industri, serta potensi strategi masuk pasar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dengan mengintegrasikan analisis eksternal melalui PESTEL dan Model Berlian Porter (Porter’s Diamond Model), serta menilai sumber daya dan kapabilitas internal PGE melalui analisis SWOT. Data primer dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan tim perencanaan strategis korporat PGE, serta dilengkapi dengan data sekunder dari laporan pemerintah, studi industri, dan dokumen keuangan. Temuan menunjukkan bahwa Jepang menawarkan peluang ekspansi panas bumi yang menjanjikan, didorong oleh insentif pemerintah, meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan energi, dan kemajuan teknologi. Namun, tantangan utama meliputi kendala regulasi, persaingan dari perusahaan energi domestik, dan resistensi sosial dari industri pemandian air panas. Kekuatan PGE dalam hal keahlian panas bumi, stabilitas keuangan, dan kemitraan internasional yang sudah ada, menempatkannya pada posisi yang baik untuk masuk pasar. Strategi joint venture atau akuisisi, disertai pendekatan keterlibatan komunitas dan adaptasi teknologi, direkomendasikan untuk ekspansi yang sukses. Studi ini memberikan kontribusi terhadap penelitian manajemen strategis dengan menerapkan teori bisnis internasional dalam konteks ekspansi energi terbarukan. Selain itu, studi ini memberikan rekomendasi praktis bagi PGE maupun perusahaan serupa yang mempertimbangkan untuk masuk ke pasar energi yang diatur secara ketat.
This study explores the feasibility and strategic fit of Pertamina Geothermal Energy (PGE) entering the Japanese geothermal market. Japan possesses the thirdlargest geothermal reserves globally, yet its utilization remains limited due to regulatory challenges, social acceptance issues, and infrastructure constraints. As PGE seeks international expansion to mitigate revenue dependency on Indonesia’s state-owned electricity company (PLN), this research evaluates Japan’s external environment, industry dynamics, and potential entry strategies. The research employs a qualitative and quantitative approach, integrating external analysis through PESTEL and Porter’s Diamond Model while assessing PGE’s internal resources and capabilities using SWOT analysis. Primary data was collected through semi-structured interviews with PGE’s corporate strategic planning team, complemented by secondary data from government reports, industry studies, and financial documents. Findings indicate that Japan offers opportunities for geothermal expansion, driven by government incentives, rising energy security concerns, and technological advancements. However, key challenges include regulatory constraints, competition from domestic energy firms, and social resistance from the hot spring industry. PGE’s strengths in geothermal expertise, financial stability, and existing international partnerships position it well for market entry. A joint venture or acquisition strategy, alongside community engagement and technology adaptation, is recommended for successful expansion. This study contributes to strategic management research by applying international business theories to renewable energy expansion. It provides practical recommendations for PGE and similar firms considering entry into regulated energy markets.
Kata Kunci : Geothermal energy, international strategy, PESTEL analysis, Porter’s Diamond Model, market entry strategy, renewable energy, Japan geothermal market