Pengaruh Pelatihan Pertolongan Pertama Kegawatdaruratan Terhadap Keterampilan dan Pengetahuan Guru dalam Menangani Kegawatdaruratan Pada Anak di Sekolah Luar Biasa
Raodah Tul Ikhsan, Dr. Sri Setiyarini, S.Kp., M.Kes. ; Uki Noviana, S.Kep., Ns., M.N.Sc., Ph.D.
2025 | Tesis | S2 Magister Keperawatan
Latar Belakang: Anak disabilitas merupakan kelompok yang rentan mengalami cedera di lingkungan sekolah dibandingkan anak tanpa disabilitas. Pengetahuan dan keterampilan guru dalam penanganan sangat dibutuhkan, sayangnya hanya sebagian kecil yang dapat memberikan pertolongan.
Tujuan: Mengetahui pengaruh pelatihan pertolongan pertama kegawatdaruratan terhadap keterampilan dan pengetahuan guru dalam menangani kegawatdaruratan pada anak di sekolah luar biasa.
Metode: Penelitian kuantitatif quasi experimental dengan rancangan pre-test post- test yang melibatkan guru sekolah luar biasa pada kelompok eksperimen (n=30) dan kelompok kontrol (n=30). Pengambilan data keterampilan dilakukan sebanyak dua kali, yaitu pre-test dan post-test. Pengambilan data pengetahuan pada kelompok kontrol dilakuan dua kali (pre-test dan post-test), sedangkan pada kelompok intervensi dilakukan tiga kali, yaitu pre-test, post-test, serta retensi pengetahuan dua minggu setelah intervensi. Analisis data yang digunakan adalah independent t-test.
Hasil: Nilai selisih skor keterampilan dan pengetahuan kelompok intervensi menunjukkan peningkatan masing-masing sebesar 20,200 dan 3,500 satuan lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, dan terbukti signifikan. Dengan mean (SD) pre-test dan post-test pada variabel keterampilan pada kelompok intervensi 21,40±4,166 dan pada kelompok kontrol 1,20±3,51 serta pada variabel pengetahuan kelompok intervensi 3,70±2,423 dan kontrol 0,20±1,919.
Kesimpulan: Pelatihan pertolongan pertama kegawatdaruratan yang terstruktur dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan pada guru sekolah luar biasa.
Background: Children with disabilities are more vulnerable to injuries in the school environment compared to children without disabilities. Teachers' knowledge and skills in handling emergencies are crucial, yet only a small number can provide adequate first aid.
Objective: To determine the effect of emergency first aid training on teachers’ skills and knowledge in managing emergencies involving children at special schools.
Method: A quantitative quasi-experimental study with a pre-test post-test design involving special school teachers in the experimental group (n=30) and the control group (n=30). Data on skills were collected twice, through pre-test and post-test. Knowledge data in the control group were collected twice (pre-test and post-test), while in the intervention group, they were collected three times: pre-test, post-test, and a knowledge retention test two weeks after the intervention. Data analysis was conducted using independent t-test.
Result: The difference in skill and knowledge scores showed an increase of 20,200 and 3,500 units, respectively, in the intervention group compared to the control group, and the difference was statistically significant. With mean (SD) pre-test and post-test scores for the skill variable being 21,40±4,166 in the intervention group and 1,20±3,51 in the control group, and for the knowledge variable, 3,70±2,423 in the intervention group and 0,20±1,919 in the control group.
Conclusion: Structured emergency first aid training can improve skills and knowledge among special school teachers.
Kata Kunci : Pelatihan, Pertolongan Pertama, Pengetahuan, Keterampilan, Guru Sekolah Luar Biasa