Analisis Faktor Resiko Lingkungan Yang Berhubungan Dengan Kejadian Tb Paru Pada Penderita Diabetes Mellitus (TBDM) Usia ? 15 Tahun Di Indonesia ( Studi Data SKI 2023 )
Khimayah, Skm, 1. Aditya Lia Ramadona, S.Si, M.Sc, Ph.D 2. Bayu satria Wiratama, S.Ked, MPH,Ph.D
2025 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat
Latar Belakang : Tuberkulosis (TB) paru
dan Diabetes Mellitus (DM) merupakan dua penyakit kronis yang menjadi tantangan
utama kesehatan masyarakat, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Prevalensi
(TBDM) di Indonesia menunjukkan kondisi yang menghawatirkan. Data hasil
screening TB pada sebagian kecil penderita DM menunjukkan 10,9% penderita DM
terkonfirmasi positif TB jauh melebihi
target yang diharapkan oleh pemerintah. Kondisi ini dikhawatirkan akan semakin
mempersulit pencapaian target eliminasi TB di tahun 2035, mengingat DM
merupakan salah satu faktor resiko penting terjadinya TB. Kompleksitas
permasalahan TB dan DM semakin diperbesar oleh adanya faktor risiko lingkungan,
seperti kondisi fisik rumah, paparan polutan dalam rumah, dan kondisi sanitasi
yang tidak memenuhi standar.
Tujuan: mengidentifikasi
hubungan antara faktor lingkungan dengan kejadian TB paru pada penderita DM
usia ?15 tahun di Indonesia.
Metode: Penelitian ini
menggunakan desain potong lintang dengan data sekunder dari Survei Kesehatan
Indonesia (SKI) 2023. Pengambilan sampel dilakukan dengan total sampling, yaitu
seluruh penderita DM usia ?15 tahun yang berhasil diwawancarai dalam SKI 2023
sebanyak 14.916. Variabel yang diteliti meliputi faktor resiko lingkungan, faktor
karakteristik individu, faktor perilaku dan akses layanan kesehatan.
Hasil: Prevalensi TB pada penderita DM adalah 1,35%, 4,5x lebih tinggi dari angka nasional yaitu 0,3%. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa pengelolaan sampah rumah tangga yang tidak memenuhi syarat berhubungan signifikan dengan peluang peningkatan risiko TB pada penderita DM (OR = 1,9; p = 0,011). Sebaliknya, kepadatan hunian yang tidak memenuhi syarat justru menurunkan peluang risiko terkena TB sebesar 60% (OR = 0,4; p = 0,013). Responden yang tinggal di kawasan perkotaan berpeluang 1,7 kali lebih besar untuk terkena TB dibandingkan mereka di perdesaan (OR = 1,7; p = 0,022). Usia (26–45 tahun) meningkatkan kemungkinan terkena TB hingga 4,5 kali (OR = 4,5; p = <0 xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed>
Kesimpulan: Faktor lingkungan,
seperti pengelolaan sampah yang baik dan lokasi tempat tinggal di wilayah
perkotaan, karakteristik demografi khususnya kelompok usia produktif, status
gizi, komorbiditas, serta riwayat merokok dan perilaku kontrol DM terbukti berhubungan
signifikan dengan kemungkinan terjadinya TB paru pada penderita DM.
Kata Kunci: TBDM, tuberkulosis, faktor lingkungan, analisis resiko
Background: Pulmonary
tuberculosis (TB) and diabetes mellitus (DM) are two chronic diseases that pose
major public health challenges, particularly in developing countries such as
Indonesia. The prevalence of TB-DM comorbidity in Indonesia presents an
alarming situation. Screening data from a subset of DM patients revealed that
10.9% of DM patients tested positive for TB, significantly exceeding government
targets. This condition is anticipated to further complicate the achievement of
TB elimination targets by 2035, given that DM is a significant risk factor for
TB development. The complexity of TB and DM management is further compounded by
environmental risk factors, including substandard housing conditions, indoor
pollutant exposure, and inadequate sanitation facilities. Objective: To identify the association between environmental
factors and pulmonary TB occurrence among DM patients aged ?15 years in
Indonesia. Methods: This cross-sectional study utilized secondary data
from the Indonesian Health Survey (IHS) 2023. Total sampling was employed,
encompassing all DM patients aged ?15 years who were successfully interviewed
in the IHS 2023, totaling 14,916 participants. Variables examined included
environmental risk factors, individual characteristics, behavioral factors, and
healthcare access. Results: The prevalence of TB among DM patients was 1.35%, 4.5
times higher than the national rate of 0.3%. Multivariate analysis revealed
that inadequate household waste management was significantly associated with
increased TB risk among DM patients (OR = 1.9; p = 0.011). Conversely,
substandard housing density paradoxically reduced TB risk by 60% (OR = 0.4; p =
0.013). Respondents residing in urban areas had a 1.7-fold higher likelihood of
developing TB compared to those in rural areas (OR = 1.7; p = 0.022). Age
groups 26–45 years increased TB likelihood by 4.5-fold (OR = 4.5; p <
0 xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed xss=removed> Conclusion: Environmental factors, including inadequate waste
management and urban residence, demographic characteristics particularly
productive age groups, nutritional status, comorbidities, smoking history, and
DM control behaviors were significantly associated with pulmonary TB occurrence
among DM patients.
Kata Kunci : TBDM, tuberkulosis, faktor lingkungan, analisis resiko