Laporkan Masalah

Revitalisasi Kawasan Kota Lama Banyumas: Dampaknya Terhadap Keamanan Ekonomi dan Potensi Konflik Horizontal Pedagang Kaki Lima

Lina Banun Najin, Dody Wibowo, M.A., Ph.D.

2025 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Revitalisasi kawasan bersejarah bertujuan untuk melestarikan warisan budaya dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui penguatan sektor pariwisata. Namun dalam pelaksanaannya, proyek revitalisasi sering kali lebih menitikberatkan pada aspek estetika daripada pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat lokal. Penelitian ini mengkaji dampak revitalisasi Kawasan Kota Lama Banyumas terhadap keamanan ekonomi dan potensi konflik horizontal di kalangan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Alun-alun Banyumas. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa revitalisasi menyebabkan gangguan terhadap tiga dimensi keamanan manusia: freedom from fear, freedom from want, dan freedom to live in dignity. PKL dihadapkan pada ketidakpastian penghasilan, keterbatasan akses terhadap lokasi strategis, ancaman penggusuran, serta stigma sosial yang memengaruhi harga diri mereka. Persaingan antar PKL dalam memperebutkan sumber daya yang dianggap langka seperti lokasi berjualan dan arus pengunjung memicu potensi konflik horizontal. Analisis menggunakan model Segitiga SPK (Sikap-Perilaku-Konteks) menunjukkan bahwa konflik tidak hanya berakar pada aspek fisik tetapi juga dipengaruhi oleh persepsi, rasa ketidakadilan, kecemburuan sosial, serta keterbatasan sumber daya baik yang bersifat nyata maupun tidak nyata. Studi ini menegaskan pentingnya pendekatan yang lebih partisipatif dan sensitif terhadap dinamika sosial dalam penataan PKL pasca revitalisasi, untuk mendorong penyelesaian konflik yang konstruktif dan kebijakan tata ruang yang lebih inklusif.

Revitalizing historical sites means to preserve the cultural heritage and improving economical welfare through strengthening tourism sector. Meanwhile, the process of revitalizing often focused on aesthetical aspects rather than fulfillment of local communities basic needs. This research, examines the revitalization impact of Banyumas Old Town area regarding the economical security and the potential horizontal conflict between street vendor in Banyumas Square. This is a descriptive qualitative research. The results shows that the process of revitalization causing disruption regarding three dimensions of human security: freedom from fear, freedom from want, and freedom to live in dignity. The street vendor confronted by uncertainty of incomes, limited access to strategic locations, threat of eviction, and social stigma which influences their self-esteem. Rivalry between street vendors trader in competing for resources that are considered scarce, such as strategic spot and visitor flows, triggers the potential for horizontal conflict. Through ABC triangle (Attitude-Behavior-Context) analysis shows that there are various roots of conflict in the case of street vendors rivalry, such as physical aspects, perceptions, sense of injustice, social envy, and scarce resource both tangible and intangible. This study emphasis the importance of participatory approach and more sensitive social dynamics perspective regarding the street vendor arrangement after revitalization, to encouraging constructive conflict resolution and inclusive spatial planning policies.

Kata Kunci : Revitalisasi Kawasan Bersejarah, PKL, Keamanan Manusia, Konflik Horizontal, Segitiga SPK

  1. S2-2025-484084-abstract.pdf  
  2. S2-2025-484084-bibliography.pdf  
  3. S2-2025-484084-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2025-484084-title.pdf