Perbaikan Mutu Biji Kakao (Theobroma Cacao L.) Klon Mcc 01 Melalui Variasi Waktu dan Interval Pembalikan Pada Fermentasi Kotak Kayu
Arya Jati Adinugroho, Dr. Wildan Fajar Bachtiar, S.T., M.Sc.
2025 | Tugas Akhir | D4 Pengembangan Produk Agroindustri
Klon kakao MCC
01 merupakan salah satu varietas unggul yang memiliki potensi hasil tinggi,
sehingga menjadi pilihan strategis bagi petani untuk dikembangkan guna
menghasilkan biji kakao berkualitas. Salah satu tahapan penting dala,
meningkatkan mutu biji kakao adalah melalui pernerapan proses fermentasi yang
tepat. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi lama fermentasi dan interval
pembalikan terhadap mutu fisik, kimia, dan sensori biji kakao varietas Lindak
MCC 01 dengan menggunakan metode fermentasi kotak kayu. Penelitian disusun
menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dua faktor, yaitu lama fermentasi (5,
6, dan 7 hari) dan interval pembalikan (setiap 12, 24, dan 48 jam), masing-masing
dengan tiga ulangan. Parameter yang diamati meliputi suhu, pH, kadar air,
ukuran biji, kadar kulit, uji belah, dan uji hedonik. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa suhu dan pH selama fermentasi mengalami fluktuasi selama
proses fermentasi yang dipengaruhi oleh variasi perlakuan. Fermentasi selama 5
hari dengan pembalikan setiap 48 jam menghasilkan mutu fisik dan sensoris terbaik,
ditunjukkan dengan tingkat fermentasi sempurna sebesar 92?rdasarkan uji
belah. Perlakuan tersebut direkomendasikan untuk menghasilkan biji kakao dengan
mutu optimal sesuai standar SNI 2323:2008.
Cocoa clone MCC
01 is one of the superior varieties that has high yield potential, making it a
strategic choice for farmers to develop in order to produce quality cocoa
beans. One of the important stages in improving the quality of cocoa beans is
through the application of the right fermentation process. This study aims to
determine the effect of variations in fermentation duration and frequency of
turning on the physical, chemical, and sensory quality of cocoa beans of the
Lindak MCC 01 variety using the wooden box fermentation method. The research
was organized using a two-factor Completely Randomized Design (CRD), namely
fermentation duration (5, 6, and 7 days) and frequency of turning (every 12,
24, and 48 hours), each with three replications. Parameters observed included
temperature, pH, moisture content, seed size, skin content, split test, and
hedonic test. The results showed that temperature and pH during fermentation
fluctuated during the fermentation process which was influenced by the
treatment variations. Fermentation for 5 days with reversal every 48 hours
produced the best physical and sensory quality, indicated by a perfect
fermentation rate of 92?sed on the split test. The treatment is recommended
to produce cocoa beans with optimal quality according to SNI 2323:2008
standard.
Kata Kunci : Fermentasi, MCC 01, Waktu fermentasi, Interval pembalikan, Kotak kayu