Analisis Spasial Temporal Tekanan Penduduk Terhadap Lahan Pertanian Di Kabupaten Madiun, Jawa Timur
Anindya Salsabila Ardyanita, Dr. Sudrajat S.Si., M.P
2025 | Skripsi | GEOGRAFI DAN ILMU LINGKUNGAN
Pertumbuhan penduduk yang berlebihan dapat menimbulkan permasalahan lingkungan, seperti tekanan penduduk terhadap lahan pertanian karena aktivitas alih fungsi lahan pertanian menjadi lahan terbangun. Nilai Tekanan Penduduk terhadap lahan pertanian dapat bervariasi dipengaruhi oleh beberapa faktor. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui variasi nilai tekanan penduduk secara spasial temporal serta faktor infrastruktur yang mempengaruhinya.
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu kuantitatif yang menggunakan data sekunder sebagai data utama, data diolah menggunakan perhitungan tekanan penduduk konsep Otto Soemarwoto menghasilkan klasifikasi nilai tekanan penduduk dalam jangka waktu 2 periode tahun. Selain perhitungan Tekanan penduduk, model analisis regresi linier berganda mencakup infrastruktur ekonomi dan sosial dilakukan untuk mengetahui pengaruh infrastruktur pada tekanan penduduk terhadap lahan pertanian
Hasil penelitian yang disajikan dalam bentuk peta menunjukkan variasi nilai tekanan penduduk dipengaruhi oleh perbedaan kondisi geografis serta kebijakan wilayah pada setiap kecamatan. Infrastruktur yang memiliki pengaruh terhadap tekanan penduduk adalah variabel ekonomi karena peningkatan yang dinamis, sedangkan, variabel sosial yang tidak mempengaruhi secara langsung tekanan penduduk terhadap lahan pertanian.
Excessive population growth can cause environmental
problems, such as population pressure on agricultural land due to activities
that convert agricultural land into built-up land. The value of population
pressure on agricultural land can vary influenced by several factors. The
purpose of this study is to determine the spatial-temporal variation in the
value of population pressure and the infrastructure factors that influence it.
The research method used in this research is
quantitative which uses secondary data as the main data, the data is processed
using the calculation of population pressure of the Otto Soemarwoto concept
resulting in the classification of population pressure values within a period
of 2 years. In addition to the calculation of population pressure, multiple
linear regression analysis models including economic and social infrastructure
were carried out to determine the effect of infrastructure on population pressure
on agricultural land.
The research results presented in the form of maps
show that the variation in population pressure values is influenced by
differences in geographical conditions and regional policies in each
sub-district. Infrastructure that has an influence on population pressure is
the economic variable due to its dynamic increase, while social variables do
not directly affect population pressure on agricultural land.
Kata Kunci : Alih fungsi, Penduduk, Pertanian, Regresi Linier Berganda, Tekanan Penduduk