Laporkan Masalah

Evaluasi Pelaksanaan Dokumen Rencana Mutu Pekerjaan Konstruksi (RMPK) pada Proyek Konstruksi Jalan Baru Kretek-Girijati D.I. Yogyakarta

Putra Adi Sentosa, Ir. Agus Nugroho, S.T., M.T.

2025 | Tugas Akhir | D4 TEKNOLOGI REKAYASA PELAKSANAAN BANGUNAN SIPIL

Kesesuaian antara pelaksanaan pekerjaan konstruksi di lapangan dengan dokumen Rencana Mutu Pelaksanaan Konstruksi (RMPK) merupakan faktor penting dalam menjamin kualitas hasil pekerjaan. Penelitian terdahulu umumnya hanya mengidentifikasi tahapan atau jenis pekerjaan mana saja yang mengalami penyimpangan terhadap dokumen RMPK, tetapi belum mengukur seberapa besar penyimpangan tersebut secara kuantitatif. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengisi celah tersebut dengan mengevaluasi besaran penyimpangan secara terukur berbasis pembobotan kriteria mutu, waktu, dan biaya, guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif terhadap deviasi pelaksanaan di lapangan.

Penelitian ini berfokus pada proyek Jalan Baru Kretek–Girijati di D.I. Yogyakarta, dengan ruang lingkup evaluasi terhadap lima jenis pekerjaan utama yaitu timbunan, lapis pondasi agregat (LPA), perkerasan aspal, pile cap, dan gabion. Metode yang digunakan adalah deskriptif evaluatif, dengan data dikumpulkan melalui observasi langsung dan wawancara teknis bersama pelaksana proyek. Penilaian dilakukan dengan metode skoring yang mengubah data kualitatif menjadi kuantitatif, dan dianalisis menggunakan sistem pembobotan mutu (63%), waktu (27%), dan biaya (10%).

Hasil evaluasi berdasarkan pembobotan menunjukkan bahwa pekerjaan timbunan mengalami penyimpangan terbesar sebesar (21,96%), diikuti oleh pekerjaan aspal (20,36%), LPA (14,74%), pile cap (10,26%), dan pasangan batu gabion (10,08%). Penyimpangan tertinggi terjadi pada pekerjaan timbunan karena terjadi pada beberapa tahapan krusial dan sangat berpengaruh terhadap stabilitas konstruksi secara keseluruhan. Hasil ini menegaskan pentingnya pembaruan terhadap prosedur mutu apabila terjadi perubahan teknis, serta perlunya sistem pengawasan yang adaptif terhadap kondisi lapangan dan implementasi pengendalian mutu yang lebih konsisten di semua jenis pekerjaan mengingat dokumen RMPK merupakan dokumen yang wajib diimplementasikan untuk pengendalian mutu.

Conformity between construction work implementation in the field and the Construction Quality Implementation Plan (RMPK) is a critical factor in ensuring the quality of project outcomes. Previous studies have generally only identified which stages or types of work deviate from the RMPK but have not quantitatively measured the extent of those deviations. Therefore, this research aims to fill that gap by evaluating the degree of deviation in a measurable way based on the weighted criteria of quality, time, and cost, in order to provide a more comprehensive picture of field implementation discrepancies.

This study focuses on the Kretek–Girijati New Road Construction Project in Yogyakarta Special Region, with the evaluation scope covering five main types of work: earth embankment, aggregate base layer (LPA), asphalt pavement, pile cap, and gabion wall installation. The method used is descriptive evaluative, with data collected through direct field observation and technical interviews with project implementers. Assessment was carried out using a scoring system that converts qualitative data into quantitative values and analyzed using a weighting scheme of 63% for quality, 27% for time, and 10% for cost.

The evaluation results, based on this weighting, show that earth embankment work experienced the highest deviation at 21.96%, followed by asphalt pavement (20.36%), LPA (14.74%), pile cap (10.26%), and gabion wall installation (10.08%). The highest deviation occurred in the embankment work due to discrepancies in several critical stages that significantly affect the structural stability of the project. These findings highlight the importance of updating quality procedures when technical changes occur, as well as the need for a more adaptive supervision system and consistent quality control implementation across all types of work—considering that the RMPK is a mandatory document for quality assurance in construction projects.

Kata Kunci : RMPK, Penyimpangan Metode, Mutu Konstruksi, Pekerjaan Jalan

  1. D4-2025-482978-abstract.pdf  
  2. D4-2025-482978-bibliography.pdf  
  3. D4-2025-482978-tableofcontent.pdf  
  4. D4-2025-482978-title.pdf