Estimasi kedalaman perairan laut dangkal melalui teknik Penginderaan Jauh di kepulauan Karimunjawa Jawa Tengah
Titi Surtiyaningsih, Prof. Dr. Dulbahri; Drs. Retnadi Heru Jatmiko, M.Sc.
2005 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUHPenelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi kedalaman laut melalui citra satelit. Wilayah perairan pulau Menjangan Besar dan pulau Menjangan Kecil Kepulauan Karimunjawa dipilih sebagai lokasi penelitian karena merupakan perairan dangkal, jernih dan permukaan airnya relatif tenang. Data citra satelit Landsat 7 ETM+ saluran biru, hijau dan merah ditransformasi menggunakan algoritma Lyzenga dan algoritma Bierwirth. Masing-masing citra hasil transformasi ini ditransformasi ulang menggunakan persamaan regresi yang didapatkan dari regresi antara data citra dengan data lapangan untuk mendapatkan nilai kedalaman laut. Pendekatan analisis yang digunakan adalah analisa korelasi dan regresi. Analisis tersebut diterapkan pada data citra hasil pengolahan dengan data-data hasil pengukuran di lapangan, yaitu kedalaman laut dan material dasar perairan. Citra hasil pengolahan yang mempunyai korelasi tinggi terhadap data kedalaman laut dan korelasi rendah terhadap material dasar perairan, menunjukkan bahwa citra tersebut lebih informatif dalam menyajikan informasi kedalaman laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:(1) Kedalaman laut di perairan Karimunjawa dapat diestimasi melalui satelit Landsat 7 ETM+ saluran biru, hijau dan merah hingga kedalaman ± 21 m, (2) Estimasi kedalaman laut pada citra Lyzenga mempunyai korelasi 0,848558, dan 0,860294 pada citra Bierwirth, dengan derajad kepercayaan 96,42%, (3) Gambaran profil kedalaman laut dari citra hasil pengolahan menunjukkan bahwa pada kedalaman 0 - 5 m relatif bertopografi datar, dan pematahan profil kedalaman laut secara drastis terjadi pada kedalaman > 5 m dengan lereng yang sangat curam.
-
Kata Kunci : Kedalaman Laut dangkal,Teknik penginderaan jauh,Jepara,Jawa Tengah