POLA KOMPLIKASI DEMAM TIFOID/PARATIFOID DI UNIT PENYAKIT DALAM RSUP Dr. SARDJITO PERIODE 1 JANUARI 1994-31 JUNI 1996
Made Agus Mahendra Inggas, Dr. Soebsgyo Loehoeri, DSPD; Dr. mahardika Agus Wijayanti, DTMH
1996 | Skripsi | S1 KEDOKTERANDemam tifoid/paratifoid adalah penyakit yang tersebar luas di seluruh dunia. Di negara sedang berkembang seperti Indionesia demam tersebut masih merupakan penyakit endemik dengan morbiditas yang cukup tinggi. Dalam kenyataan, masalah komplikasi demam tifoid/paratifoid tetap merupakan penyebab utama tinggi rendahnya mortalitas penyakit demam tofid/paratifoid. Komplikasi demam tifoid/paratifoid berbeda dari tempat ke tempat dan dari waktu ke waktu, sehingga dengan mengetahui pola komplikasinya diharapkan dapat memberi manfaat dalam meningkatkan penanganan penderita yang meliputi perawatan dan pengobatannya untuk mencegah, mengurangi atau menanggulangi komplikasi-komplikasi yang terjadi. Selama kurun waktu 1,5 tahun, sejak 1 januari 1994-31 Juni 1995 penderita yang dirawat di UPD RSUP Dr. Sardjito sebanyak 3.707 orang, 112 orang diantaranya adalah penderita demam tifoid/paratifoid (3,00%). Terdiri dari 60 pria (53,57%) dan 52 wanita (46,43%). Kelompok umur terbanyak menderita demam tifoid/paratifoid adalah dekade III (21-30th) 36 kasus (32,13%), kemudian berturut-turut dekade II (14-20 th) 30 kasus (26,79%), dekade IV (31-40 th) 25 kasus (22,32%), dekade V (41-50 th) 14 kasus (12,50%), dekade VI (51-60 th) 4 kasus (3,59%) dan paling sedikit pada dekade VII (>60 th) 3 kasus (2,67%). Komplikasi yang terjadi yaitu Hepatitis tifosa 20 kasus (17,86%), Relaps 8 kasus (7,16%), Sindroma otak organik 5 kasus (4,46%), Renjatan septik 4 kasus (3,59%), Miokarditis dan Bronkopneumonia masing-masing 2 kasus (1,78%), Nefritis dan Perdarahan usus masing-masing 1 kasus (0,90%). 29 kasus komplikasi terjadi dibawah umur 31 tahun dan 14 kasus komplikasi lainnya terjadi pada umur 31 tahun keatas. Mortalitas terjadi pada 2 kasus (1,78%) akibat renjatan septik. Hal yang perlu mendapat perhatian yaitu; perlu adanya peningkatan komunikasi dan sistem konsultasi dalam dan antar unit-unit terkait dalam rumah sakit sehingga pemeriksaan, diagnosis, dan penanganan penderita dapat lebih cepat, tepat dan adekuat.
Kata Kunci : Demam tifoid, paratifoid, komplikasi