Laporkan Masalah

Penggunaan Foto Udara dan Sistem Informasi Geografis untuk evaluasi kesesuaian lahan wisata panorama pesisir di kabupaten Kulonprogo Daerah Istimewa Yogyakarta

Siska Yulintina, Dr. Hartono, DEA.,DESS; Barandi Sapta Widartono, S.Si.

2005 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDERAAN JAUH

Tujuan dari penelitian ini adalah memanfaatkan data penginderaan jauh untuk menyadap informasi fisik lahan sebagai parameter yang digunakan dalam melakukan evaluasi lahan wisata alam panorama pesisir, dan menentukan kelas kesesuaian lahan wisata alam panorama pesisir di Kabupaten Kulonprogo dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang hasilnya berupa peta kelas kesesuaian lahan wisata alam panorama pesisir di Kabupaten Kulonprogo. SIG dalam penelitian ini berperan mulai dari memasukkan dan menyimpan data (baik berupa data spasial maupun data atribut), mengolah data (dari digitasi sampai klasifikasi), sampai dengan membuat layout peta. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari interpretasi foto udara pankromatik hitam putih skala 1:20000 dan data sekunder untuk memperoleh data-data yang diperlukan dalam penelitian ini. Data parameter yang dapat diperoleh dari foto udara adalah tekstur tanah (turunan dari data bentuklahan), kerawanan bencana (turunan dari data bentuklahan), dan panorama pantai (didukung data lapangan). Sedangkan data parameter yang lain, yaitu data kemiringan lereng, aksesibilitas, dan jarak lahan terhadap pantai diperoleh dari peta Rupa Bumi Indonesia (RBI). Hasil uji ketelitian interpretasi bentuklahan sebagai data yang disadap dari foto udara dengan cara interpretasi yaitu sebesar 80%. Peta kelas kesesuaian lahan wisata alam panorama pesisir diperoleh dengan melakukan tumpangsusun (overlay) peta-peta tematik yang digunakan sebagai parameter dalam evaluasi lahan pesisir untuk wisata alam panorama, serta melakukan kalkulasi dari harkat tiap-tiap parameter, sehingga diperoleh peta kelas kesesuaian lahan wisata alam panorama pesisir. Luas daerah penelitian sebesar 5733,4 ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian daerah berada pada kelas kesesuaian I (sangat sesuai), dengan luas 372,2 ha atau 6,5% dari seluruh daerah penelitian, kelas kesesuaian II (cukup sesuai), dengan luas 1636,6 ha atau 28,5% dari seluruh daerah penelitian, kelas kesesuaian III (agak sesuai), dengan luas 3563,2ha atau 62,2% dari seluruh daerah penelitian, kelas kesesuaian IV (tidak sesuai), dengan luas 124,8 ha atau 2,2% dari seluruh daerah penelitian, kelas kesesuaian V (sangat tidak sesuai), dengan luas 36,6 ha atau 0,6% dari seluruh daerah penelitian. Sebagian besar daerah penelitian masuk ke dalam kelas kesesuaian III (agak sesuai). Parameter yang paling signifikan mempengaruhi kelas kesesuaian lahan yaitu parameter kerawanan bencana, bila pada suatu lahan memiliki kerawanan bencana maka lahan tersebut masuk ke dalam kelas kesesuaian yang rendah. Hasil akhir dari penelitian ini adalah peta kelas kesesuaian lahan wisata alam panorama pesisir dengan skala kedetilan 1:20000.

-

Kata Kunci : Foto udara, sistem informasi geografis, Evaluasi kesesuaian lahan, Wisata panorama pesisir,Kulonprogo,DIY

  1. S1-2005-115665-Abstract.pdf  
  2. S1-2005-115665-Blibliography.pdf  
  3. S1-2005-115665-TableofContent.pdf  
  4. S1-2005-115665-Title.pdf