Hubungan Antara Bobot Potong Terhadap Hasil Karkas dan Nonkarkas Domba Ekor Tipis di Triaksa farm, Sleman
Dini Rahmawati, drh. Nur Ika Prihanani, M.Sc.
2025 | Tugas Akhir | D4 Teknologi Veteriner
Pertumbuhan penduduk di Indonesia yang meningkat setiap tahun menyebabkan kenaikan kebutuhan pangan terutama kebutuhan terhadap daging konsumsi. Domba merupakan salah satu komoditas ternak penghasil daging untuk pemenuhan kebutuhan daging konsumsi. Domba ekor tipis (DET) merupakan ternak potong yang memiliki laju pertumbuhan dan produksi karkas tinggi. Penyusunan Tugas Akhir ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara bobot potong terhadap hasil karkas dan nonkarkas DET. Sumber data berasal dari sampel DET berjumlah 53 ekor yang ditentukan secara purposif dengan kriteria antara lain DET betina, berumur 6-7 bulan, dan berbobot 16-24 kg. Data dianalisis dengan One-Way ANOVA dan dilanjutkan dengan uji korelasi (Pearson) menggunakan program Statistical Product And Service Solution (SPSS). Berat potong DET betina di Triaksa farm berpengaruh signifikan (P<0>8,78 kg atau sebesar 44,27?ri bobot potong; jantung 0,11 kg atau sebesar 2,66%; paru-paru 0,30 kg atau sebesar 1,53%; dan saluran cerna 4,94 kg atau sebesar 24,89%. Hasil uji korelasi menunjukkan adanya korelasi antara bobot potong terhadap bobot karkas dan nonkarkas (jantung, paru-paru, saluran cerna). Hasil analisis menunjukkan bahwa semakin tinggi bobot potong maka semakin tinggi pula karkas dan nonkarkas yang dihasilkan.
Indonesia's increasing population each year
has led to an increase in food demand, particularly for meat. Sheep is a
livestock commodity that produces meat to meet the need for meat consumption. The
Thin-tailed sheep (TTS) is one of the local sheep breeds in Indonesia that has
a high growth rate and carcass production. This Final Assignment aims to
determine the correlation between slaughter weight with the carcass and
non-carcass weight produced by TTS. The data came from a DET sample of 53
animals which were determined purposively with
criteria including female DETs, aged 6-7 months, and weighing 16-24 kg. Data was analyzed using
One-Way ANOVA and followed by Pearson correlation test using Statistical
Product and Service Solution (SPSS) program. The slaughter weight of female DET at Triaksa farm had
a significant effect (P<0>The
analysis results show that the higher the slaughter weight, the higher the
carcass and non-carcass produced.
Kata Kunci : bobot potong, karkas, nonkarkas, DET