Transformasi Kisah Ken Arok dan Ken Dedes dalam Novel Arok Dedes dan Webtoon Dedes: Kajian Adaptasi Linda Hutcheon
Silvia Fransisca, Dr. Cahyaningrum Dewojati, S.S., M.Hum.
2025 | Tesis | S2 Sastra
Penelitian
ini bertujuan untuk mengetahui perubahan yang terdapat di dalam dua karya
adaptasi yakni Arok Dedes karya Pramoedya Ananta Toer dan Webtoon Dedes karya
Esti Siwi. Kedua karya tersebut memiliki kerkaitan erat dengan kisah Ken Arok
dan Ken Dedes yang termaktub di dalam Serat Pararaton. Perubahan-perubahan yang
terjadi pada dua karya adaptasi yakni novel dan webtoon tersebut, dapat dikaji
dengan bantuan teori Adaptasi Linda Hutcheon. Selain daripada menggunakan teori
adaptasi Linda Hutcheon, digunakannya teori pascamodernisme Hutcheon untuk
mengetahui adanya gagasan yang dimasukkan dari pengarang maupun webtonist
berdasar dari aspek doubleness karya. Dengan adanya tiga objek dalam penelitian
ini, maka metode yang digunakan yakni dengan membandingkan satu karya dengan karya
lainnya sehingga dapat diketahui perubahan dari karya tersebut. Hasil yang
didapatkan dari penelitian ini yakni adanya perubahan model keterlibatan yakni
dari mode menceritakan pada Serat Pararaton dan Arok Dedes berubah menjadi mode mempertunjukkan serta
mode interaksi online di webtoon Dedes. Selain adanya perubahan model
keterlibatan, adapun perubahan media dari Serat Pararaton ke dua karya
transformasi yakni novel dan webtoon. Perubahan media yang ditemukan mencakup
perubahan dari segi tema, alur, tokoh dan latar. Perubahan tersebut tidak
serta-merta merupakan sebuah kekosongan melainkan adanya hal yang mendasarinya.
Hal ini erat dengan perubahan konteks ketika karya tersebut dibuat. Perubahan
konteks pada karya transformasi
menunjukkan adanya ending berbeda dan genre cerita berbeda. Ada pula
aspek pascamodernisme dalam novel yang mencakup kegandaan dengan dimasukkannya
cerita Ramayana dan cerita Putri Amisani. Tidak hanya itu, aspek parodi pun
termasuk ke dalam aspek pascamodernisme dalam kedua karya adaptasi tersebut
yakni berupa penyimpangan-penyimpangan yang digunakan sebagai kritik pada masa
karya dibentuk.
This study aims to
determine the changes contained in two adapted works, namely Arok Dedes by
Pramoedya Ananta Toer and webtoon Dedes by Esti Siwi. Both
works are closely related to the story of Ken Arok and Ken Dedes contained
in Serat Pararaton. The changes that occur in the two adapted
works, namely the novel and the webtoon, can be studied with the
help of Linda Hutcheon's Adaptation theory. In addition to using Linda
Hutcheon's adaptation theory, Hutcheon's postmodernism theory is used to
determine the ideas included by the author and webtonist based
on the aspect of the work's doubleness. With three objects in this study, the
method used is by comparing one work with another so that changes in the work
can be identified. The results obtained from this study are changes in the
engagement model, namely from the storytelling mode in Serat Pararaton and Arok
Dedes to the display mode and the online interaction mode in webtoon
Dedes. In addition to changes in the engagement model, there are also
changes in the media from Serat Pararaton to the two
transformed works, namely novel and webtoon. The media changes
found include changes in theme, plot, characters, and setting. These changes
are not necessarily empty but rather represent an underlying factor. This is
closely related to the changing context in which the work was created. The
changing context in the transformation work indicates a different ending and a
different story genre. There are also postmodernism aspects in the novel,
including duplicity with the inclusion of the Ramayana and the
story of Princess Amisani. Furthermore, parody is also included in the postmodern
aspects in both adaptations, namely deviations used as criticism of the time
the work was created.
Kata Kunci : Adaptasi, Pascamodernisme, Linda Hutcheon, Arok Dedes, Webtoon Dedes, Serat Pararaton, Pramoedya, Esti Siwi.