Analisis Tanggung Jawab Hukum dan Pelindungan Data Pribadi dalam Pemrosesan Foto di Platform FotoYu
Afnan Zahidatush Sholihah, Muhammad Jibril, S.H., M.PrivateLaw
2025 | Skripsi | ILMU HUKUM
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban atas pemrosesan foto di platform FotoYu berdasarkan hukum perdata dan hukum pelindungan data pribadi. Analisis tersebut dilatarbelakangi dari kemunculan platform lokapasar baru bernama FotoYu yang menjadikan foto berisikan wajah seseorang sebagai objek penjualan pada platform. Keberadaan platform tersebut membuka kemungkinan terjadinya pemrosesan yang dilakukan tanpa persetujuan dari subjek data pribadi sehingga perlu dianalisis terkait pertanggungjawabannya.
Penelitian ini merupakan penelitian normatif-empiris yang bersifat deskriptif. Data pada penelitian ini berasal dari gabungan hasil studi kepustakaan dan hasil wawancara terhadap responden yang relevan. Keseluruhan data tersebut kemudian dianalisis secara kualitataif dan diambil kesimpulan secara induktif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi hubungan hukum yang beralaskan perjanjian dan undang-undang di antara para pihak. Pada hubungan hukum yang beralaskan perjanjian, lahirnya perikatan diakibatkan karena perjanjian penggunaan layanan dan perjanjian jual beli. Sementara itu, pada hubungan hukum yang beralaskan undang-undang, lahirnya perikatan diakibatkan karena terdapat perbuatan melawan hukum. Oleh karena itu, gugatan wanprestasi dapat digunakan pada hubungan hukum kontraktual sedangkan pada hubungan hukum non-kontraktual dapat digunakan gugatan perbuatan melawan hukum. Kemudian, pada pemrosesan foto di platform FotoYu ditemukan bahwa platform FotoYu merupakan pengendali data pribadi, fotografer merupakan prosesor data pribadi, dan user serta nonpengguna merupakan subjek data pribadi. Dengan demikian, pertanggungjawaban terhadap pemrosesan foto di platform FotoYu berdasarkan Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi utamanya berada di platform FotoYu selaku pengendali data pribadi. Namun, platform FotoYu mencantumkan klausula eksonerasi pada ketentuan penggunaan layanannya dan melimpahkan pertanggungjawaban kepada para pengguna layanan.
This research aims to analyze the liability for photo processing on the FotoYu platform based on civil and personal data protection laws. This analysis is motivated by the emergence of FotoYu, a new marketplace platform that sells photos containing a person's face. The existence of this platform raises the possibility of processing without the consent of the data subject, so its liability must be analyzed.
This research is descriptive, normative, and empirical. Data for this study comes from a combination of literature reviews and interviews with relevant respondents. All the data is then analyzed qualitatively, and conclusions are drawn inductively.
The results show that a legal relationship based on agreement and law exists between the parties. In a legal relationship based on agreement, obligation arises services usage agreement and sales agreement. Meanwhile in a legal relationship from law, an obligation arises from an unlawful act. Therefore, breach of contract can be used in contractual legal relationship while tort claims can be used in non-contractual legal relationship. In processing photos on the FotoYu platform, it is concluded that FotoYu is a controller of personal data, photographers are processors of personal data, and users and non-users are subjects of personal data. Thus, the liability for photo processing on the FotoYu platform based on Law No. 27 of 2022 on the Protection of Personal Data lies primarily with the FotoYu platform as the controller of personal data. However, the FotoYu platform includes an exoneration clause in its terms of use and delegates liability to service users.
Kata Kunci : Tanggung Jawab Hukum, Pelindungan Data Pribadi, Platform FotoYu